{"id":2080,"date":"2013-07-30T15:17:35","date_gmt":"2013-07-30T08:17:35","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2080"},"modified":"2013-07-30T15:17:35","modified_gmt":"2013-07-30T08:17:35","slug":"pornografi-jalan-raya-dimana-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pornografi-jalan-raya-dimana-polisi\/","title":{"rendered":"Pornografi Jalan Raya, Dimana Polisi?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Truk-Gambar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2081 alignleft\" alt=\"Truk-Gambar\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Truk-Gambar.jpg\" width=\"230\" height=\"150\" \/><\/a>Keindahan atau dalam ilmu pengetahuan selalu disebut estetika memang ada di mana-mana. Tak terkecuali juga di jalan raya. Para pemilik kenderaan, terutama kendaraan rida 4, ada tren yang belakang hari makin meningkat, yakni dengan memperindah kenderaan mereka dengan menambah gambar yang lebih hidup, asli, dan tentunya indah dipandang mata dan juga mengandung nilai estetika yang menarik. Gambar pola lama dengan lukisan tangan sudah mulai ditinggalkan.<\/p>\n<p>Posisi gambar juga berpindah yang dahulu berada di bagian belakang mobil, kini berpindah ke bagian depan mobil. Namun banyak kalangan yang menyayangkan karena terkadang gambar\u2013gambar dipajang adalah gambar yang kurang etis, sexy dan cenderung mengandung unsur pornografi.<\/p>\n<p>Gambar perempuan cantik dengan pakaian yang minim menjadi pilihan para pemilik kendaraan, terutama truk pengangkut barang. Hal ini tentunya menjadi trend yang buruk di tengah-tengan masyarakat. Karena kendaraan memiliki sifat mobilitas yang sangat tinggi, sehingga gambar sexy yang tertera menjadi kampanye negatif yang akan mempengaruhi keadaan anak-anak yang melihatnya dan juga akan mengganggu pengguna jalan karena kehilangan konsentrasi atas pengalihan psikologis oleh gambar tersebut, yang daoat berakibat pada kecelakaan di jalan raya.<\/p>\n<p>Apakah hal ini menyalahi peraturan perundang-udangan (UU) lalu lintas? UU Pornografi? Mengapa kelihatannya Polisi sebagai pelaksana UU tidak melakukan tindakan pada hal ini? Yang jelas, pada surat tanda nomor kenderaan (STNK) sudah tertulis identitas dan warna kendaraan. Dimana warna tersebut tidak dapat diubah dalam jumlah yang luas, jika terjadi perubahan harus ada izin dari Kepolisian untuk merubah warnanya. Padahal terkadang gambar yang ditorehkan para seniman &amp; pemilik kendaraan, meluas sehingga warna kendaraan dapat disebut sebagai warna baru (berubah total dari warna lama\/aslinya.<\/p>\n<p>Hari ke hari gambar yang ditampilkan semakin berani. Bukan hanya pakaiannya saja yang seksi tetapi gaya atau pose gambar perempuan yang dipajang terkadang disertai tulisan yang merangsang pada gambar tersebut. Ini sangat tidak layak dilihat dan dibaca setiap orang dijalanan. Apalagi saat bulan ramadhan seperti sekarang ini. Karena jalanan tempat umum yang seharusnya terlindung dari hal\u2013hal yang melanggar tata susila. Karena segala usia (termasuk anak-anak) juga melintas di jalanan.<\/p>\n<p>Satu sisi hal ini memberikan dampak yang sangat tidak baik untuk anak\u2013anak dan remaja karena sifat peniru pada mereka. Biasanya peniru justru lebih mengembangkan (meng-improvisasi) dari yang ditiru. Dapat dikatakan peniru akan berperilaku lebih buruk dari yang ditiru.<\/p>\n<p>Bercermin dari gank motor yang identik dengan perbuatan negatif, jika kita lihat pada awalnya, salah satu yang ditiru, kumpulan komunitas sepeda motor adalah para pengguna motor besar (biasa disebut moge) yang awalnya komunitas pengoleksi motor sejenis Harley Davidson yang bersejarah dan merek yang lain. Di masa lalu, komunitas motor besar seperti ini menjadi raja di jalanan. Mereka bebas lampu merah, bebas hambatan karena mereka dikawal polisi dan jika terjadi kecelakaan yang diakibatkan kesalahan mereka maka mereka sepertinya kebal hukum.<\/p>\n<p>Saat ini kita melihat bagaimana genk motor sebagai suatu komunitas yang lebih brutal dari pada komunitas motor besar yang mungkin mereka contoh! Sedikit banyaknya ini adalah dampak negatif dari contoh yang tidak baik di jalan raya. Bagi kaum perempuan tentu hal ini juga sangat merendahkan martabat mereka, karena hampir semua gambar yang mengandung unsur pornografi yang ditampilkan sebahagian besar adalah gambar perempuan.<\/p>\n<p>Apakah kita akan tetap membiarkan prilaku ini\u2026! Dan dampaknya pada generasi muda kita kedepan? Kenderaannya dipenuhi dengan hiasan yang tidak lagi mengindahkan norma\u2013norma susila akibat contoh yang diberikan oleh pendahulu atau senior mereka sebelumnya? Harapan warga masyarakat adalah, pihak berwajib dapat menertibkan kenderaan seperti ini agar tidak menjadi prilaku permanen yang sulit diubah, karena lebih mudah mencegah daripada mengubah dan akan lebih banyak dampak negatif timbul. <i>Irsan Water (Jurnalis Warga dari Langkat, Penggiat Kelompok CU Rosela)<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keindahan atau dalam ilmu pengetahuan selalu disebut estetika memang ada di mana-mana. Tak terkecuali juga di jalan raya. Para pemilik kenderaan, terutama kendaraan rida 4, ada tren yang belakang hari makin meningkat, yakni dengan memperindah kenderaan mereka dengan menambah gambar yang lebih hidup, asli, dan tentunya indah dipandang mata dan juga mengandung nilai estetika yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[201],"tags":[273,272],"class_list":["post-2080","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurnalis-warga","tag-penegakan-lantas","tag-pornografi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2080"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2083,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080\/revisions\/2083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}