{"id":1949,"date":"2013-06-20T15:56:03","date_gmt":"2013-06-20T08:56:03","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=1949"},"modified":"2013-06-20T16:08:35","modified_gmt":"2013-06-20T09:08:35","slug":"konflik-gajah-dan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/konflik-gajah-dan-manusia\/","title":{"rendered":"Konflik Gajah dengan Manusia"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_1950\" style=\"width: 350px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Bambu.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1950\" class=\" wp-image-1950 \" alt=\"Pohon bambu di tepi Sei Lepan yang tadi malam (13 Juni 2013) daunnya hampir habis dimakan gajah yang keluar dari sarangnya kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kredit foto: Dewantoro &amp; Iswan Kaputra. \u2014 di Dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, kabupaten langkat, Propinsi Sumatera Utara.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Bambu.jpg\" width=\"340\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Bambu.jpg 567w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Bambu-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 340px) 100vw, 340px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1950\" class=\"wp-caption-text\">Pohon bambu di tepi Sei Lepan yang tadi malam (13 Juni 2013) daunnya hampir habis dimakan gajah yang keluar dari sarangnya kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).<br \/>Kredit foto: Dewantoro &amp; Iswan Kaputra. \u2014 di Dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, kabupaten langkat, Propinsi Sumatera Utara.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1951\" style=\"width: 482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Capung.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1951\" class=\" wp-image-1951 \" alt=\"Banyaknya capung menjadi penanda masih terjaminnya mutu air sungai sekitarnya.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Capung.jpg\" width=\"472\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Capung.jpg 787w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Capung-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1951\" class=\"wp-caption-text\">Banyaknya capung menjadi penanda masih terjaminnya mutu air sungai sekitarnya.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1952\" style=\"width: 482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Daun-Sepatan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1952\" class=\" wp-image-1952 \" alt=\"Daun pohon Sepatan atau Biak yang dapat diolah menjadi vitamin ternak agar sehat dan gemuk, terutama hewan sapi, kerbau dan hewan ternak yang lain.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Daun-Sepatan.jpg\" width=\"472\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Daun-Sepatan.jpg 787w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Daun-Sepatan-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1952\" class=\"wp-caption-text\">Daun pohon Sepatan atau Biak yang dapat diolah menjadi vitamin ternak agar sehat dan gemuk, terutama hewan sapi, kerbau dan hewan ternak yang lain.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1953\" style=\"width: 486px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Gubuk.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1953\" class=\" wp-image-1953  \" alt=\"Gubuk yang terletak di tanah tinggi dan sempit (semenanjung) semacam tanah genting, sebagai posko untuk pengusuran gajah yang masuk ke kebun karet warga. Masyarakat yang dipindahkan sejak tahun 1960an sampai 1972an dari sekitar kawasan Binjai, Karang Rejo Tandem, Stabat dan sekitarnya dipindahkan ke lokasi ini oleh negara melalui tangan militer atas permintaan perkebunan besar untuk menjadi pagar hidup agar perkebunan tidak diserang binatang buas dan gajah dari kawasan hutan rimba (saat itu) yang kini menjadi TNGL.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Gubuk.jpg\" width=\"476\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Gubuk.jpg 567w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Gubuk-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 476px) 100vw, 476px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1953\" class=\"wp-caption-text\">Gubuk yang terletak di tanah tinggi dan sempit (semenanjung) semacam tanah genting, sebagai posko untuk pengusuran gajah yang masuk ke kebun karet warga.<br \/>Masyarakat yang dipindahkan sejak tahun 1960an sampai 1972an dari sekitar kawasan Binjai, Karang Rejo Tandem, Stabat dan sekitarnya dipindahkan ke lokasi ini oleh negara melalui tangan militer atas permintaan perkebunan besar untuk menjadi pagar hidup agar perkebunan tidak diserang binatang buas dan gajah dari kawasan hutan rimba (saat itu) yang kini menjadi TNGL.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1954\" style=\"width: 482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Jengkol.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1954\" class=\" wp-image-1954 \" alt=\"Buah jengkol muda dari kebun warga disela-sela kebun karet.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Jengkol.jpg\" width=\"472\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Jengkol.jpg 787w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Jengkol-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1954\" class=\"wp-caption-text\">Buah jengkol muda dari kebun warga disela-sela kebun karet.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1955\" style=\"width: 375px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1955\" class=\" wp-image-1955 \" alt=\"Pak Daud (53 tahun). Pekebun karet yang kali ini kebunnya seluas hampir setengah hektar, diserang 20 ekor kawanan gajah tadi malam. Daud menunjukkan pohon karetnya yang paling besar, ditanam sejak hampir 18 tahun lalu, dan selamat dari serangan gajah. Gajah datang menyerang sebanyak 4 kali dalam 1 tahun. Pohon karet di sekitar yang tetap kecil merupakan pohon korban serangan gajah yang terus disisip\/ditanam kembali setelah mendapat serangan gajah.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet.jpg\" width=\"365\" height=\"551\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet.jpg 522w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet-198x300.jpg 198w\" sizes=\"auto, (max-width: 365px) 100vw, 365px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1955\" class=\"wp-caption-text\">Pak Daud (53 tahun). Pekebun karet yang kali ini kebunnya seluas hampir setengah hektar, diserang 20 ekor kawanan gajah tadi malam. Daud menunjukkan pohon karetnya yang paling besar, ditanam sejak hampir 18 tahun lalu, dan selamat dari serangan gajah. Gajah datang menyerang sebanyak 4 kali dalam 1 tahun. Pohon karet di sekitar yang tetap kecil merupakan pohon korban serangan gajah yang terus disisip\/ditanam kembali setelah mendapat serangan gajah.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1956\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1956\" class=\" wp-image-1956 \" alt=\"Pohon karet yang ditanam paling awal dan selamat dari serangan gajah. Bandingkan dengan pohon karet yang kecil-kecil di sekitarnya, yang tidak selamat dari serangan gajah.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet-2.jpg\" width=\"397\" height=\"529\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet-2.jpg 567w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Karet-2-225x300.jpg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 397px) 100vw, 397px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1956\" class=\"wp-caption-text\">Pohon karet yang ditanam paling awal dan selamat dari serangan gajah. Bandingkan dengan pohon karet yang kecil-kecil di sekitarnya, yang tidak selamat dari serangan gajah.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1957\" style=\"width: 448px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1957\" class=\" wp-image-1957 \" alt=\"Pohon karet berdiameter 20 sentimeter yang dikelupas gajah kulitnya lalu dimakan dan terlihat sisa-sisa bekas gerusan gading pada batang kayu pohon yang menimbulkan garis-garis seperti aksara atau sebuah tulisan pesan yang ingin disampaikan sang gajah, namun kita tidak mengerti apa pesan yang ingin disampaikan tersebut. Mungkin terkait dengan gundulnya kawasan penyangga TNGL, atau juga mungkin soal kawasan inti TNGL yang mulai dirambah manusia...?\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas.jpg\" width=\"438\" height=\"662\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas.jpg 626w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-198x300.jpg 198w\" sizes=\"auto, (max-width: 438px) 100vw, 438px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1957\" class=\"wp-caption-text\">Pohon karet berdiameter 20 sentimeter yang dikelupas gajah kulitnya lalu dimakan dan terlihat sisa-sisa bekas gerusan gading pada batang kayu pohon yang menimbulkan garis-garis seperti aksara atau sebuah tulisan pesan yang ingin disampaikan sang gajah, namun kita tidak mengerti apa pesan yang ingin disampaikan tersebut. Mungkin terkait dengan gundulnya kawasan penyangga TNGL, atau juga mungkin soal kawasan inti TNGL yang mulai dirambah manusia&#8230;?<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1958\" style=\"width: 375px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1958\" class=\" wp-image-1958 \" alt=\"Tim investigasi dadakan\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-2.jpg\" width=\"365\" height=\"551\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-2.jpg 522w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-2-198x300.jpg 198w\" sizes=\"auto, (max-width: 365px) 100vw, 365px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1958\" class=\"wp-caption-text\">Tim investigasi dadakan<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1959\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1959\" class=\" wp-image-1959 \" alt=\"Anak pak Daud terpekur memperhatikan pohon karetnya yang digasak gajah.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-3.jpg\" width=\"397\" height=\"298\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-3.jpg 567w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kelupas-3-300x224.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 397px) 100vw, 397px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1959\" class=\"wp-caption-text\">Anak pak Daud terpekur memperhatikan pohon karetnya yang digasak gajah.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1960\" style=\"width: 482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kotoran-Gajah.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1960\" class=\" wp-image-1960 \" alt=\"Kawanan gajah meninggalkan jejak berupa kotoran.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kotoran-Gajah.jpg\" width=\"472\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kotoran-Gajah.jpg 787w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Kotoran-Gajah-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1960\" class=\"wp-caption-text\">Kawanan gajah meninggalkan jejak berupa kotoran.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1961\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Meriam.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1961\" class=\" wp-image-1961 \" alt=\"Meriam karbit di belakang posko yang biasa digunakan penduduk untuk mengusir gajah yang masuk ke lahan kebun karet mereka dengan bunyi-bunyian yang keras. Penduduk sudah sangat sadar untuk tidak menyakiti gajah. Hanya menghalaunya kembali ke kawasan TNGL dengan bunyi-bunyian yang keras.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Meriam.jpg\" width=\"397\" height=\"529\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Meriam.jpg 567w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Meriam-225x300.jpg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 397px) 100vw, 397px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1961\" class=\"wp-caption-text\">Meriam karbit di belakang posko yang biasa digunakan penduduk untuk mengusir gajah yang masuk ke lahan kebun karet mereka dengan bunyi-bunyian yang keras. Penduduk sudah sangat sadar untuk tidak menyakiti gajah. Hanya menghalaunya kembali ke kawasan TNGL dengan bunyi-bunyian yang keras.<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_1962\" style=\"width: 482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Tim.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1962\" class=\" wp-image-1962 \" alt=\"Tim investigasi dan penghalau gajah beristirahat saat gajah tidak di temukan lagi di lahan kebun karet penduduk. Lahan kebun karet di sisi kanan foto, seluas 2 hektar juga habis diacak-acak gajah.\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Tim.jpg\" width=\"472\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Tim.jpg 787w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/Tim-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-1962\" class=\"wp-caption-text\">Tim investigasi dan penghalau gajah beristirahat saat gajah tidak di temukan lagi di lahan kebun karet penduduk. Lahan kebun karet di sisi kanan foto, seluas 2 hektar juga habis diacak-acak gajah.<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[250,251],"class_list":["post-1949","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-galery-photo","tag-galery-foto-serangan-gajah","tag-kebun-karet-rakyat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1949"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1964,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1949\/revisions\/1964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}