{"id":194,"date":"2010-10-20T10:55:59","date_gmt":"2010-10-20T10:55:59","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/bitra\/?p=194"},"modified":"2010-10-20T10:55:59","modified_gmt":"2010-10-20T10:55:59","slug":"pemkab-sergai-undang-tenaga-penyuluh-pertanian-swadaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pemkab-sergai-undang-tenaga-penyuluh-pertanian-swadaya\/","title":{"rendered":"Pemkab Sergai Undang Tenaga Penyuluh Pertanian Swadaya"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"images\/stories\/penyuluh.jpg\" border=\"0\" hspace=\"4\" vspace=\"4\" width=\"139\" height=\"113\" align=\"left\" \/>SERGAI (Berita): <font color=\"#0000ff\"><strong>Dalam<\/strong><\/font> upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat petani terutama dalam pengelolaan pertanian tanaman pangan berbasis teknologi, Pemkab Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) selain memiliki tenaga penyuluh baik PNS maupun pegawai harian lepas masih memerlukan dan mengundang tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) swadaya.<\/p>\n<p>Hal itu diutarakan Wakil Bupati Sergai Ir. H. Soekirman dalam dialog publik rangkaian peringatan hari pangan sedunia dengan ratusan petani yang dilaksanakan Pemkab Sergai bekerjasama dengan LSM Bina Ketrampilan Desa (BITRA) Indonesia, Gapoktan dan Serikat Petani Sergai di dangau tani Dusun V Pasar 1 Desa Paya Lombang Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu sore (13\/10).<\/p>\n<p>Wabup H. Soekirman yang didampingi Ketua Komisi B DPRD Sergai Syafrul Hayadi, Ketua Gapoktan Sergai Anwar Effendi, SE dan Ketua Divisi Riset LSM BITRA Iswan Kaputra masing-masing sebagai narasumber menegaskan bahwa Kabupaten Sergai sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Utara dengan areal persawahan yang cukup luas sangat memerlukan tenaga-tenaga penyuluh lapangan mendampingi petani untuk memberhasilkan usahanya.<\/p>\n<p>Dipaparkan, di Kabupaten Sergai saat ini terdapat 42 orang PPL berstatus pegawai negeri sipil, 118 orang PPL pegawai harian lepas yang dibelanjai pemerintah pusat melalui APBN dan 18 orang PPL swadaya.<\/p>\n<p>Mengingat luasnya areal pertanian yang terdapat di Kabupaten Sergai dibanding ketersediaan tenaga PPL, maka dalam upaya memberikan tambahan pengetahuan bidang teknologi pertanian kepada para petani tentu diperlukan tambahan tenaga PPL bersifat swadaya dari masyarakat, ujar Wabup Soekirman.<\/p>\n<p>PPL swadaya yang sekarang sudah mengabdikan diri di Kabupaten Sergai menurut Soekirman, adalah petani yang sudah maju, terlatih, dan sudah sering memberikan pelatihan kepada petani bahkan tidak jarang diundang pemerintah daerah lain untuk menjadi narasumber.<\/p>\n<p>Diutarakan Soekirman, kita harus bangga menjadi petani karena petani memberi makan dunia dan petani tidak bisa dilawan. Kalau petani dilawan maka produksi hasil pertanian akan berkurang dan dampaknya dapat merugikan semua masyarakat.<\/p>\n<p>Dialog yang ditanggapi dua warga petani masing-masing Parlan Sibarani dan Ny. Rahmasari br. Sinaga, bahwa beras yang dikonsumsi rakyat Indonesia selama ini menurut Ir. H. Soekirman sudah melebihi takaran sehat yakni mencapai 131 kg per orang setiap tahun. Kelebihan itu menurutnya dapat mengakibatkan timbulnya sakit gula, mata kabur karena beras mengandung kadar gula.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Wabup Soekirman juga memaparkan sasaran gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal yang telah ditetapkan melalui Perbup Sergai tanggal 17 September 2010.<\/p>\n<p>Dalam Perbup Sergai itu menurut Soekirman telah diatur takaran sehat konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal hingga tahun 2013 yakni beras 250,71 gram\/kapita\/hari atau 91,51 kg\/kapita\/tahun. Kemudian ubi kayu 56 gram\/kapita\/hari atau 20,44 kg\/kapita\/tahun, daging 5,77 gram\/kapita\/hari atau 2,11 kg\/kapita\/tahun, telur 7,8 kg\/kapita\/tahun dan ikan 20 kg\/kapita\/tahun. Sedangkan untuk tahap berikutnya takaran sehat tersebut akan berubah lagi dan khusus untuk konsumsi beras diharapkan turun menjadi 23,9 gram\/kapita\/hari atau 87,24 kg\/kapita\/tahun.<\/p>\n<p>Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Sergai Syafrul Hayadi dalam paparannya mengajak petani Sergai untuk merubah pola pikir yang berbasis bisnis.<\/p>\n<p>Menurutnya, kepelikan yang banyak dihadapi petani selama ini antara lain harga jual gabah yang menurun terutama pada panen raya, naiknya biaya pestisida, areal persawahan yang semakin menyempit ditambah ancaman gagal panen karena faktor alam maupun serangan hama yang menyebabkan petani menghadapi dilema memprihatinkan.<\/p>\n<p>Kegagalan petani menurut Syafrul disebabkan corak dan cara berfikir yang masih sangat tradisional baik dalam mengolah areal pertanian maupun mengatur manajemen produksi tanamannya sehingga bersifat konsumtif dan temporal. \u201cPetani kita selama ini masih hanya berfikir menanam dan menanam. Hasil dari panen tersebut saja yang digunakan untuk mencukupi semua kebutuhan hidup\u201d, tegasnya.<\/p>\n<p>Pada dialog publik itu hadir juga anggota DPRD Sergai Suaripin, S.Sos dari PAN, Ny. Sugiatik, S.Ag dari PPP, Staf Ahli Bupati Drs. Rachmad Karo-Karo, Kepala BP4K Ir. Hj. Leli IA., Sekcam Tebing Tinggi Ny. J. Banjarnahor dan puluhan PPL dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sergai. (fad)<\/p>\n<p><em>Sumber: Harian Berita Sore <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SERGAI (Berita): Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat petani terutama dalam pengelolaan pertanian tanaman pangan berbasis teknologi, Pemkab Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) selain memiliki tenaga penyuluh baik PNS maupun pegawai harian lepas masih memerlukan dan mengundang tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) swadaya. Hal itu diutarakan Wakil Bupati Sergai Ir. H. Soekirman dalam dialog publik rangkaian peringatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-194","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=194"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1779,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/194\/revisions\/1779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}