{"id":1900,"date":"2013-06-11T16:42:02","date_gmt":"2013-06-11T09:42:02","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=1900"},"modified":"2013-06-11T16:42:02","modified_gmt":"2013-06-11T09:42:02","slug":"renungan-air-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/renungan-air-1\/","title":{"rendered":"Renungan Air 1"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><b><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/water1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1901 alignleft\" alt=\"water1\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/water1.jpg\" width=\"240\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/water1.jpg 400w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/water1-300x240.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 240px) 100vw, 240px\" \/><\/a>Aku&#8230;..<\/b><\/p>\n<p>Aku adalah makhluk yang paling baik di muka bumi ini, namun aku juga dapat menjadi makhluk yang paling kejam tiada tara. Aku dipuji namun aku juga dihina. Jika aku pergi sedetik saja, maka bumi ini akan sama dengan planet lain ditata surya. Mati karena tiada kandungan air, karena aku menyelimuti sebagian besar planet ini.<\/p>\n<p>Aku memiliki sifat yang rendah diri. Mau bukti&#8230;.? Perhatikanlah, pernahkah aku berusaha untuk mencapai tempat yang lebih tinggi? Aku selalu menuju tempat yang lebih rendah, terus sampai tidak ada lagi tempat yang lebih rendah yang dapat aku capai.<\/p>\n<p>Aku berada dimana saja, di belahan bumi ini, jika saja bumi ini lebih sedikit airnya daripada daratannya maka bumi akan menjadi gurun. Dan mahluk di muka bumi akan merasakan panas yang luar biasa disiang hari, dan aku yakin tidak ada yang bisa hidup dibumi ini karena akan sangat sulit bertahan pada suhu panasnya. Yang pasti aku tidak bisa dipegang dan dilihat tapi bisa dirasakan walaupun terlihat itu karena pengaruh unsur warna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Sahabatku&#8230;.<\/b><\/p>\n<p>Sahabatku yang paling akrab adalah angin. Angin selalu membawaku kemana\u2013mana. Jika angin membawaku terlalu lama dan jauh dari suatu daerah maka daerah itu akan menjadi kemarau. Namun, jika angin aku terlalu banyak membawaku ke daerah yang sama, aku akan akan berkumpul sebagai awan hitam dan aku akan menjadi hujan yang sangat deras yang menyebabkan banjir.<\/p>\n<p>Sebenarnya bukan aku saja sebagai sumber kehidupan, tetapi angin juga sumber kehidupan, karena sahabatku itu yang menentukan kemana aku akan dibawa. Tetapi kenapa ya&#8230;? Aku terlalu sering dipersalahkan sebagai sumber bencana? Padahal aku hanya mengikuti arah angin saja.<\/p>\n<p>Banyak yang berkata hanya air adalah sumber kehidupan. Cobalah renungkan wahai manusia&#8230;! Tanpa angin aku tidak bisa berpindah tempat untuk berbagi curahanku sebagai pelepas dahaga bagi manusia dan tumbuhan&#8230;!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Manusia&#8230;..<\/b><\/p>\n<p>Manusia yang baik selalu memperlakukan aku dengan sopan dan santun yang sangat menyentuh perasaanku. Karena mereka tahu sekitar 70% tubuhnya adalah aku. Bagian terbesar dari darah yang beredar dalam tubuh manusia adalah air.<\/p>\n<p>Yang tinggal di pegunungan akan menjaga pepohanan karena mereka tahu pepohonan adalah tempat yang ideal bagiku untuk berlindung dan menyimpanku sebagai sumber air bagi manusia. Hmmmm&#8230; Aku baru sadar ternyata pepohonan juga menjagaku agar tidak berbuat jahat dan merusak.<\/p>\n<p>Tingginya frekuensi banjir saat ini karena manusia yang jahat suka menebang pohon. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi berakibat tidak ada yang menahan dan mengatur kecepatan aliranku ketika turun meluncur dari ketinggian gunung.<\/p>\n<p>Aku akan meluncur dengan cepat karena tidak ada pepohonan yang menahan aliranku, semakin banyak aku berkumpul maka aliranku akan semakin cepat dan akibatnya daerah yang aku lintasi akan merasakan kehadiranku dalam jumlah besar dan cepat yang tentunya juga menghantam pemukiman.<\/p>\n<p>Setelah itu orang\u2013orang akan mempersalahkanku dengan mengatakan, \u201cbencana ini, akulah penyebab banjir bandang dan longsor.\u201d Mereka tidak intropeksi diri atas kesalahan mereka. Tapi aku tidak menuduh pohon semata penyebab banjir, terkadang banjir karena intensitas curah hujan memang cukup tinggi, itu baru namanya bencana akibat perubahan alam bukan karena kerusakan alam. Wahai manusia mulai sekarang jagalah tanaman dan tumbuhan karena mereka pengatur perjalananku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tamu asing&#8230;&#8230;.<\/b><\/p>\n<p>Aku sering, bahkan hampir setiap hari kedatangan tamu baik legal ataupu ilegal. Diantaranya ada yang berniat buruk untuk mencemari aku. Para pencinta lingkungan mengatakan tamu ini sebagai limbah yang mencemari air. Tamu ku ini dapat berupa sampah, oli, cairan kimia berbahaya dan material\u2013material yang dapat merusak sifat dan wujudku.<\/p>\n<p>Kehadiran tamu jahat ini menyebabkan warnaku jadi jelek, tidak lagi dapat digunakan, dan orang\u2013orangpun akan menghinaku. Bagiku kehadiran perusak ini tidak begitu bermasalah, mau tau siapa yang akan merasakannya\u2026? Ya\u2026 Manusia itu sendiri.<\/p>\n<p>Segeralah cari tau siapa saja orang\u2013orang menghadirkan limbah\u2013limbah ini. Beri nasehat sahabat manusia yang tidak bertanggung-jawab ini. Karena kalian sesama manusia juga yang merasakan dampaknya.<\/p>\n<p>Tercemarnya aku telah merusak sumber air bagi manusia untuk keperluan air minum, keperluan rumah tangga, pengairan tanaman dan banyak kerugian lainnya karena manusia tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Wahai kamu semuanya. Mulai hari ini jagalah aku dari tamu asing yang mencemariku. Bukan aku yang membutuhkan manusia tetapi manusialah yang sangat membutuhkan aku!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perjalananku&#8230;<\/b><\/p>\n<p>Perjalanan hidupku yang luar biasa menjadikan aku petualang yang tangguh. Aku bisa berada dimana saja dengan bantuan sahabat anginku. Manusia juga harus menyadari aku adalah yang paling dekat dengan manusia, aku berjalan dalam tubuh manusia melalui peredaran darah manusia akan mati jika aku berhenti mengalir.<\/p>\n<p>Aku berjalan melalui sungai\u2013sungai yang besar ataupun kecil, aku juga berjalan melalui parit yang sengaja dibuat manusia agar mudah mengarahkan perjalananku. Jika aku berjalan melalui pemukiman baik dikota maupun didesa berarti aku telah melanggar lalu lintasku. Setiap pelanggaran tentu ada akibatnya yaitu kerusakan akibat aku berada diluar jalur alias banjir. Aku berjalan diluar jalur karena sungai atau parit sudah tidak bisa lagi menampungku untuk berjalan. Ya\u2026 Maaf sajalah jika aku numpang lewat dipermukiman manusia. Semua akibat ulah manusia juga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Manfaatku\u2026<\/b><\/p>\n<p>Amatilah seluruh tubuh Anda wahai manusia. Tanpa perlu aku mengatakan tentu anda sudah tau manfaatku untuk tubuhmu. Jika Anda kepanasan aku akan segera keluar melalui lubang pori\u2013pori untuk membasahi tubuh sebagai penyejuk. Semakin panas suhu tubuh Anda rasa, maka akupun akan keluar dari lubang pori\u2013pori Anda semakin banyak dan tentu akan diiringi rasa haus, untuk itu sudah pasti manusia akan mencari aku untuk diminum.<\/p>\n<p>Ketika makan apa saja, manusia akan akan mencari\u2013cari aku untuk melancarkan makanan yang masuk ke lambung mereka. Ini baru sebagian kecil manfaatku untuk manusia. Bahkan hampir semua hasil produksi manusia di dunia ini, aku memiliki andil didalamnya. Terutama dalam membuat makanan rasanya tidak ada makanan di dunia ini dalam proses pembuatannya tanpa melibatkan air.<\/p>\n<p>Untuk makhluk lainnya mereka juga tidak bisa terlepas dari aku. Karena seluruh makhluk yang hidup di dunia ini memerlukan aku sebagai bagian dari unsur tubuh mereka. Aku yakin tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang tidak merasakan haus\u2026.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Permintaanku\u2026<\/b><\/p>\n<p>Jagalah aku dan sediakanlah tempat aku bermain\u2026.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>By: Irsan Water (Jurnalis Warga dari Langkat)<\/em><\/p>\n<p><em>Foto\/Ilustrasi:\u00a0<a href=\"http:\/\/venus-to-mars.com\/\">http:\/\/venus-to-mars.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku&#8230;.. Aku adalah makhluk yang paling baik di muka bumi ini, namun aku juga dapat menjadi makhluk yang paling kejam tiada tara. Aku dipuji namun aku juga dihina. Jika aku pergi sedetik saja, maka bumi ini akan sama dengan planet lain ditata surya. Mati karena tiada kandungan air, karena aku menyelimuti sebagian besar planet ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[201,11],"tags":[230,231],"class_list":["post-1900","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurnalis-warga","category-lingkungan","tag-air","tag-prosa-bebas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1900"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1900\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1903,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1900\/revisions\/1903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}