{"id":1560,"date":"2013-05-02T16:10:48","date_gmt":"2013-05-02T09:10:48","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=1560"},"modified":"2013-05-02T16:10:48","modified_gmt":"2013-05-02T09:10:48","slug":"rayakan-hardiknas-ribuan-guru-tolak-un","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/rayakan-hardiknas-ribuan-guru-tolak-un\/","title":{"rendered":"Rayakan Hardiknas, Ribuan Guru Tolak UN"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Demo-Guru-2013.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1561 alignleft\" alt=\"Demo-Guru-2013\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Demo-Guru-2013.jpg\" width=\"225\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Demo-Guru-2013.jpg 576w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Demo-Guru-2013-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a>Ribuan guru sekolah swasta bersama dengan tenaga pengajar honorer se-Sumatera Utara (Sumut) \u00a0menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut.\u00a0 Mereka mendatangi kantor DPRD untuk menolak atas pelaksanaan ujian nasional (UN) sebagai standar kelulusan para siswa.\u00a0<span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Para pengunjukrasa yang datang dari berbagai daerah meminta agar kelulusan para siswa dikembalikan kepada pihak sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Para guru yang bergabung dalam unjukrasa saat hari pendididkan nasional (Hardiknas) ini terdiri dari organisasi guru, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Badan Musyawarah Kepala Sekolah\/Madrasah Swasta (BMKSS), Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) dan Gabungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GP<\/span>TENDIK) Sumut.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Dalam orasinya Drs. Suparno, M.Pd, mengatakan bahwa, &#8220;seharus pihak pemerintah segera mengembalikan aturan UN serta kelulusan siswa kepada pihak sekolah. Sebab hal tersebut adalah merupakan tanggung jawab daripada guru serta para staf pengajar terhadap siswa-siswinya.&#8221; Ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">&#8220;Stop UN untuk kelulusan dan kembalikan hak-hak guru. P<\/span><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">elaksanaan UN hanya dijadikan sebagai proyek yang menguntungkan segelintir orang, bukan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah.\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Bahkan mirisnya lagi, UN hanya digunakan untuk pemetaan dan pembinaan sekolah. Tanpa melakukan peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.&#8221; Lanjut Suparno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Para pengunjukrasa juga mengecam atas bobroknya pelaksanaan UN tahun ini.\u00a0<\/span>&#8220;Kami minta audit dana UN 2013, UKA, UKG dan PLPG&#8221; teriak pendemo di depan Gedung DPRD Sumut, hari ini (02 Mei 2013).<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Aksi ini juga mendapat sambutan dari Sekretaris Komisi E, DPRD Sumut, Jhon Hugo Silalahi yang mengatakan pihaknya akan menerima secara terbuka dengan melakukan dialog terbuka antara staf pengajar dari masing-masing sekolah melalui perwakilannya akan diajak duduk bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas tuntutan serta aspirasi dari para guru tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">&#8220;Kami akan segera melakukan dialog terbuka antara para staf pengajar dengan pihak Dinas Pendidikan guna membahas tuntutan dari Bapak Ibu guru semuanya,&#8221; ungkap Jhon Hugo. <em>(Ilham Pane)<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ribuan guru sekolah swasta bersama dengan tenaga pengajar honorer se-Sumatera Utara (Sumut) \u00a0menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut.\u00a0 Mereka mendatangi kantor DPRD untuk menolak atas pelaksanaan ujian nasional (UN) sebagai standar kelulusan para siswa.\u00a0Para pengunjukrasa yang datang dari berbagai daerah meminta agar kelulusan para siswa dikembalikan kepada pihak sekolah. Para guru yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[203,204],"class_list":["post-1560","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi","tag-hardiknas","tag-tolak-un"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1562,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560\/revisions\/1562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}