{"id":1480,"date":"2013-04-09T11:37:25","date_gmt":"2013-04-09T04:37:25","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=1480"},"modified":"2013-04-09T11:44:38","modified_gmt":"2013-04-09T04:44:38","slug":"tot-ics-pamor-indonesia-tingkatkan-menjamen-organik-petani-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/tot-ics-pamor-indonesia-tingkatkan-menjamen-organik-petani-kecil\/","title":{"rendered":"ToT ICS &#038; PAMOR Indonesia: Tingkatkan Menjamen Organik Petani Kecil"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Padi-Organik.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1481 alignleft\" alt=\"Padi-Organik\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Padi-Organik.jpg\" width=\"288\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Padi-Organik.jpg 600w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Padi-Organik-300x197.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 288px) 100vw, 288px\" \/><\/a>Aliansi Organis Indonesia (AOI) kembali menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer) Sistem Pengawasan Internal (Internal Control System), biasa disebut ToT ICS untuk Sertifikasi Kelompok Petani dan Sertifikasi Ekososial di Bogor, Jawa Barat, 18-22 Januari 2013, lalu. Pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengembangkan Sistem Pengawasan Internal untuk menjamin kualitas produk organik. Peserta berasal dari anggota AOI dan umum.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya setelah mengikuti pelatihan, para peserta bisa mengembangkan ICS untuk produk organik kelompok petani dampingan para peserta. Selain itu bisa terus berkomunikasi dan bertukar informasi terkait ICS ke depannya nanti,\u201d jelas Rasdi Wangsa, Direktur Program AOI.<\/p>\n<p>Prinsip dasar dari pengembangan ICS ini adalah untuk memfasilitasi kelompok petani kecil menghasilkan produk organik berkualitas sesuai standar dan akhirnya bisa mendapatkan penjaminan (sertifikasi) baik dari lembaga sertifikasi pihak ketiga maupun sistim sertifikasi komunitas.<\/p>\n<p>Akhmad Arif sebagai Trainer dalam ToT ICS ini menjelaskan bahwa syarat dari sertifikasi kelompok petani kecil adalah unit usahatani umumnya dikelola oleh tenaga kerja keluarga, pendapatan usahatani tidak cukup untuk membayar biaya sertifikasi, keseragaman anggota kelompok petani baik lokasi geografis, sistem produksi, ukuran kepemilikan lahan dan sistem pemasaran. Biasanya petani skala menengah juga bisa menjadi anggota kelompok dengan persetujuan kelompok dan diinspeksi oleh lembaga sertifikasi organik.<\/p>\n<p>Dalam mengembangkan ICS, petani harus terbiasa dalam kerja organisasi dan mencatat atau mendokumentasikan semua kegiatan terkait usaha taninya, mulai dari proses produksi sampai pasca panen. Selain berorganisasi dan mencatat, petani juga harus menyepakati dan memenuhi standar organik yang telah disusun bersama serta bersedia menerima sanksi bila terjadi ketidaksesuaian dengan standar tersebut.<\/p>\n<p>Agus Susilo dari Ayu Tani, lembaga pendamping kelompok petani yang mengembangkan perkebunan organik (kakao, kemiri, kopi) di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berharap dengan mengikuti pelatihan ToT ICS ini bisa meningkatkan kemampuannya dalam membangun sistem ICS kelompok petani organik. Selanjutnya produk-produk organik ini bisa mendapatkan sertifikasi dan pasar yang lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Pelatihan untuk Membangun PAMOR<\/strong><br \/>\nSelain pelatihan ToT ICS, AOI juga mengadakan Pelatihan untuk Pelatih (ToT) Sistem PAMOR Indonesia di Bogor, 4-7 Februari 2013, lalu. Kegiatan ini untuk memfasilitasi anggota AOI dan pihak yang ingin membangun dan menjalankan PAMOR Indonesia\u00a0di 6 wilayah di Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali-NTT, Kalimantan, Sulawesi-Papua dan Sumatera serta membangun pemahaman peserta mengenai PAMOR Indonesia\u00a0dan bagaimana menjalankannya.<\/p>\n<p>Menurut Lidya Inawati sebagai Manajer Mutu dan Pasar AOI keinginan anggota AOI dan para pihak untuk membangun dan menjalankan PAMOR INDONESIA ini telah nampak saat pertemuan regional AOI yang dilakukan bulan Oktober sampai November 2012 lalu di 5 wilayah di Indonesia (termasuk Sumatera Utara).\u00a0AOI sebagai inisiator lahirnya konsep penjaminan PAMOR Indonesia\u00a0menyambut baik keinginan tersebut. AOI akan membantu memfasilitasi harapan tersebut.<\/p>\n<p>Adi Purwoko dari World Wide Fund for Nature (WWF) Riau berharap dengan mengikuti pelatihan ini bisa lebih memahami penjaminan partisipatif PAMOR Indonesia. Saat ini kelompok petani madu hutan dampingan WWF Riau ingin bergabung dan mengembangkan penjaminan PAMOR Indonesia\u00a0untuk memasarkan madu hutan yang selama ini dikenal sebagai produk green &amp; fair, yaitu produk yang dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan mengutamakan keadilan dalam pemasaran.<\/p>\n<p>Dengan penjaminan organik dari PAMOR Indonesia, petani madu hutan di Riau ini berharap bisa menambah nilai jual dari madu hutan yang dihasilkan.<\/p>\n<p>Roni dari Sekretariat Pelayanan Tani dan Nelayan &#8211; Hari Pangan Sedunia (SPTN-HPS)\u00a0sebagai salah satu peserta pelatihan ini mengatakan bahwa dengan penjaminan PAMOR Indonesia\u00a0bisa menjadi inisiatif masuknya produk organik ke pasar dengan kelengkapan dokumentasi. Dengan PAMOR Indonesia\u00a0bisa lebih memperkuat klaim organik. Selama ini pemasaran produk organik yang dihasilkan SPTN HPS lebih mengutamakan kepercayaan <em>(trust)<\/em>. <em>(ANP\/SNY)<\/em><\/p>\n<p><em>Sumber: Aliansi Organis Indonesia (AOI), http:\/\/www.organicindonesia.org<\/em><\/p>\n<p><em>Foto: http:\/\/bisnisfarmasi.files.wordpress.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aliansi Organis Indonesia (AOI) kembali menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer) Sistem Pengawasan Internal (Internal Control System), biasa disebut ToT ICS untuk Sertifikasi Kelompok Petani dan Sertifikasi Ekososial di Bogor, Jawa Barat, 18-22 Januari 2013, lalu. Pelatihan, untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengembangkan Sistem Pengawasan Internal untuk menjamin kualitas produk organik. Peserta berasal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[514,192],"class_list":["post-1480","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertanian-organik","tag-pertanian-organik","tag-training-of-trainer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1480"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1483,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1480\/revisions\/1483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}