{"id":1465,"date":"2013-03-28T18:52:07","date_gmt":"2013-03-28T11:52:07","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=1465"},"modified":"2013-05-14T09:39:47","modified_gmt":"2013-05-14T02:39:47","slug":"kampanye-konservasi-das-melalui-karya-tulis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/kampanye-konservasi-das-melalui-karya-tulis\/","title":{"rendered":"Kampanye Konservasi DAS Melalui Karya Tulis"},"content":{"rendered":"<p><em><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Pel-Jur-DS-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1469 alignleft\" alt=\"Pel-Jur-DS-1\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Pel-Jur-DS-1.jpg\" width=\"259\" height=\"128\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Pel-Jur-DS-1.jpg 720w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Pel-Jur-DS-1-300x147.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 259px) 100vw, 259px\" \/><\/a>\u201cApa pentingnya masyarakat petani di pedesaan kok dilatih untuk membuat berita atau karya jurnalistik? Apakah sebelumnya bapak ibu pernah menulis berita? Jika bapak ibu menghadapi masalah di desanya, pernah gak masalah tersebut diberitakan di Koran? Sehingga masalah bapak ibu diketahui oleh banyak orang dan bahkan diketahui oleh orang yang \u00a0mengambil keputusan (kebijakan), supaya masalahnya dapat diselesaikan?\u201d Spontan peserta menjawab, \u201ctidakkkk.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Demikian serangkaian pertanyaan Iswan Kaputra, Manager RD-ICT BITRA Indonesia, saat membuka Pelatihan Jurnalistik Dasar di Aula Training Centre Sayum Sabah (TCSS), Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (26\/3). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti 18 warga dari berbagai kelompok tani dan CU dampingan BITRA yang berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Langkat dan Labuhan Batu, serta 1 orang mahasiswa antropologi dari Fakultas Ilmu Sosial Unimed.<\/p>\n<p>Menurut Iswan, banyaknya permasalahan (informasi) yang ada di pedesaan tapi tidak terkabarkan inilah yang membuat BITRA Indonesia perlu melatih masyarakat dampingannya untuk membuat berita sendiri, biasa disebut jurnalisme warga. Dan perlunya warga membuat kreasi media alternatifnya sendiri, karena media umum selalu menyisihkan masyarakat dari kolom-kolom beritanya. Misalnya ketika masyarakat mengadakan program kebun kakao, atau menghadapi masalah pertanian seperti penggerek batang dan lain-lain, termasuk soal daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi persoalan hangat saat ini. \u201cUntuk itu masyarakat perlu menuliskannya, baik dalam bentuk berita maupun feature yang nanti akan dijelaskan oleh fasilitator pelatihan ini, yaitu Novita Sari Simamora dari Pers Mahasiswa <i>Kreatif<\/i> Unimed dan Juhendri Chaniago dari <i>Newsletter Bitranet<\/i>,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebagai ajang belajar, lanjut Iswan lagi, peserta dapat mengirimkan tulisannya untuk dipublikasikan di <i>Newsletter Bitranet <\/i>atau website <i>www.itra.or.id. <\/i>Bahkan bisa juga dikirim ke <i>suarakomunitas.net<\/i> (sebuah media konvergensi masyarakat) yang isinya berasal dari kontribusi dan dibaca masyarakat pedesaan seluruh Indonesia. Kalau peserta punya kemauan belajar yang kuat, tulisannya bisa pula dikirim ke koran-koran umum yang terbit di Medan.<\/p>\n<p>Adapun menyangkut tema pelatihan \u201cPenyelamatan DAS Deli\u201d, Iswan juga berharap agar para peserta mampu menuliskan persoalan DAS tersebut ke dalam karya tulis. Misalnya saja mengenai beberapa aktivitas penyebab kerusakan DAS yang sangat mengkhawatirkan tersebut, seperti<b> <\/b>pembalakan (penggundulan) hutan, tambang pasir (galian C), konversi lahan di daerah hulu dan tengah DAS, serta pencemaran DAS akibat limbah.<b> <\/b>\u201cKarya-karya tulis ini nantinya sebagai upaya kampanye konservasi DAS Deli,\u201d pesannya.<\/p>\n<p><b>Menulis apa yang dirasa<\/b><\/p>\n<p>Di sesi pertama, fasilitator Novita Sari Simamora menjelaskan bagaimana menulis berkaitan dengan teori \u201cDasar Jurnalistik\u201d. Paparannya dimulai dengan motivasi dan teori menulis berita 5W+1H, pengertian berita serta teknik membuatnya. Tak cuma itu, menurut Novi, menulis bisa dimulai dari yang kita rasakan sendiri dan yang kita ketahui. Tentu saja dibutuhkan juga kemauan dan keberanian untuk menuliskannya, dan yang paling penting, tak ada alasan untuk mengatakan \u201caku tidak bisa\u201d.<\/p>\n<p>Menyambung pernyataan Novi, Juhendri juga menjelaskan, untuk bisa menulis yang sifatnya subjektif perlu dipraktekkan teknik menulis feature. Dimana jenis tulisan ini sangat cocok bagi masyarakat yang ingin memaparkan sikap dan perasaannya mengenai masalah di desanya. Selain itu, feature lebih tahan lama dibandingkan berita lempang yang bersifat cepat basi. Hal ini disebabkan unsur-unsur feature seperti kreatifitas, informatif, menghibur dan subjektif, menjadikan tulisan feature lebih terkesan unik dan menarik karena digarap dari sisi perasaan yang subjektif. \u201cUntuk itulah, tak usah terlalu kaku dalam menulis. Saat menulis gunakan otak kanan yang cenderung imajinatif, kemudian editlah dengan otak kiri yang logis. Dengan begitu hambatan menulis dapat diatasi dengan mudah. Yang penting tak ada alasan kita tak bisa menulis. Kendati demikian, warga juga perlu paham kode etik jurnalistik sebagai landasan hukum (moral) kita dalam berkarya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pada sesi praktek jurnalistik, para peserta dilatih bagaimana melakukan wawancara tatap muka dan juga ditugaskan menulis berita singkat sesuai dengan materi pelatihan yang telah diberikan fasilitator. Termasuk hal-hal yang menyangkut dengan isu kelompok ataupun hasil pengamatan secara personal atas kondisi pedesaan dan kritik terhadap kerusakan DAS dan upaya pelestariannya.<\/p>\n<p>Di akhir pelatihan, fasilitator meminta komitmen para peserta untuk tetap menulis dan mengirimkan karya tulisnya ke Bitranet, minimal 1 (satu) tulisan dalam sebulan. Menyambut ini, hampir semua peserta tampak antusias menyanggupi komitmen tersebut. Ambil contoh Irsan, seorang peserta dari CU Rosella (Langkat), yang mengaku senang atas pelatihan jurnalistik yang diadakan BITRA ini. Menurut Irsan, \u201ckemauan untuk menulis dan wawasannya tentang jurnalistik saya jadi bertambah\u201d. Katanya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Muhammad Ikhsan (Staf RD &amp; ICT BITRA Indonesia) selaku panitia penyelenggara pelatihan, menyatakan siap menampung apresiasi para peserta yang berasal dari berbagai kelompok tersebut. Serujuk dengan kedua fasilitator, lelaki yang kerap disapa Icen ini juga berharap, semoga pelatihan ini dapat menjadi sarana belajar bagi masyarakat dampingan BITRA untuk mau menuliskan dan berbagi informasi mengenai dinamika kelompok yang ada di desanya. Kemudian karya tulis tersebut dapat pula disebarluaskan kepada masyarakat luas, terutama masyarakat dampingan BITRA lainnya.<\/p>\n<p>\u201cBagi peserta yang ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai jurnalistik, informasi teknologi, pembuatan blog, belajar buat film dokumenter atau soal lainnya, silakan saja datang ke BITRA ataupun boleh berkomunikasi langsung dengan fasilitator, Bang Iswan atau Saya,\u201d kata Icen menutup pelatihan. <i>(Ilham Pane)<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cApa pentingnya masyarakat petani di pedesaan kok dilatih untuk membuat berita atau karya jurnalistik? Apakah sebelumnya bapak ibu pernah menulis berita? Jika bapak ibu menghadapi masalah di desanya, pernah gak masalah tersebut diberitakan di Koran? Sehingga masalah bapak ibu diketahui oleh banyak orang dan bahkan diketahui oleh orang yang \u00a0mengambil keputusan (kebijakan), supaya masalahnya dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,201],"tags":[187,113],"class_list":["post-1465","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-information-communcation-technologi","category-jurnalis-warga","tag-konservasi-das","tag-pelatihan-jurnalistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1465"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1467,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465\/revisions\/1467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}