| Launching Gerakan Penghijauan di Sejangkau Siar Radio Komunitas MITRA FM |
|
|
|
| Written by Isw |
| Monday, 14 June 2010 04:43 |
|
Hutan merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai karena di dalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah. Perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan sebagainya. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan. Namun gangguan terhadap sumber daya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat. Kerusakan hutan yang meliputi: kebakaran hutan, penebangan liar dan lainnya merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asap dari kebakaran hutan mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Juga gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara.
Pada tahun 2010 ini, Mitra FM yang memiliki anggota Forum Kelompok Pendengar (FOKER) hampir mencapai 400 orang melakukan kegiatan penghijauan sebanyak 20.000 batang pohon mahoni. Gerakan ini dilaunching bersamaan dengan peringatan hari Lingkungan Hidup se-dunia, pada tanggal 5 Juni dengan melakukan penanaman sebanyak 1.000 batang pohon mahoni dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau kampung para FOKER masing-masing, seperti pinggiran kanal, pinggir parit, jalan persawahan, pinggiran tali air, dan ruang terbuka lainnya. Penanaman pohon adalah sebagai salah satu wujud kepedulian Mitra FM terhadap lingkungan yang rusak dan terjadinya pemanasan global yang menerus. Sedangkan untuk jangka panjang, penanaman diharapkan akan memberikan dampak ekonomi melalui kayu yang bernilai jual tinggi. Pemanfaatan kayu ini akan digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak di lingkungan tersebut diutamakan anak yang berprestasi dan tidak mampu secara ekonomi. Secara teknis, hal ini telah diatur melalui MoU antara pihak Mitra FM dengan pemerintah desa terkait.
Acara launching ini diawali dengan dialog para pihak yaitu pemerintah terkait (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam [BB KSDA] Sumut) serta LSM Lingkungan (BITRA Indonesia, Orangutan Conservation Service Program [OCSP] dan WALHI Sumut) dan disiarkan secara langsung dan interakfit di Radio Mitra FM selama satu jam (60 menit). Selesai dialog acara dilanjutkan dengan seremonial dan turun ke lapangan melakukan penanaman di tiga titik lokasi yaitu Rengas dan Alianang (Desa Tandem Hilir II) dan Srangut (Desa Kota Datar). Acara launching ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2010 mulai pukul 13.00 wib bertempat di Radio Komunitas Mitra FM, Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang dibuka dengan kesenian tradisional kuda kepang (kuda lumping). (Eti W & Rahman, Radio MITRA FM) |
| Last Updated on Tuesday, 27 July 2010 03:36 |






Radio Mitra FM adalah sebuah radio komunitas yang terletak di Dusun Tanjung Anom Desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak. Sebagaimana radio komunitas, Mitra FM dikelola dan dimiliki oleh masyarakat. Radio komunitas ini juga bukan hanya melakukan penyiaran secara on air tetapi juga memiliki program untuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup melalui kegiatan-kegiatan off air.
Wilayah sejangkau siar Mitra sendiri saat ini tengah mengalami krisi lingkungan dengan tingginya laju peralihan lahan menjadi perkebunan sawit dan pertambakan, sehingga ancaman bencana mulai dapat dirasakan dari mulai kekeringan hingga banjir. Dengan penanaman mahoni, diharapkan bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan sehingga dampak tidak langsung adalah bisa menjamin keberlangsungan kehidupan, khususnya usaha pertanian warga sekitar. 
