|
|
|
Memasyarakatkan Pertanian Organik |
|
|
|
|
Written by Teddy
|
|
Monday, 31 August 2009 12:55 |
|
Dengan penduduk lebih dari 215 juta jiwa, Indonesia saat ini membutuhkan bahan pangan pokok sekurang-kurangnya 53 juta ton beras, 12,5 juta ton jagung dan 3,0 juta ton kedelai per tahun. Ketersediaan bahan pokok sekarang ini sudah di ambang batas krisis. Di satu sisi, tingkat produktivitas sudah sampai pada taraf stagnan, bahkan menurun. Di sisi lain, luas areal pertanian pangan terus turun. Bayangkan, selama periode 2000-2002 saja, menurut data sensus pertanian, laju konversi lahan sawah mencapai 563.000 hektare atau rata-rata sekitar 188.000 hektare per tahun atau sekitar 2,42 persen per tahun. Hal ini tentunya semakin mengancam ketersediaan pangan dalam negeri.
|
|
Last Updated on Tuesday, 27 April 2010 06:40 |
|
Read more...
|
|
YANG MISKIN DAPAT PENGOBATAN ALTERNATIF GRATIS |
|
|
|
|
Written by Iswan Kaputra
|
|
Monday, 13 July 2009 13:10 |
|
Keterbatasan masyarakat untuk berobat ke penyelenggara pengobatan medis secara umum terkadang terkendala dengan keterbatasan biaya yang dimiliki, namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan inisiatif masyarakat yang lain sebagai praktisi pengobatan pada kelompok kesehatan alternatif seperti yang dilakukan oleh kelompok “Harum Amarullah” di Tembung dengan melakukan bakti sosial kesehatan alternatif (baksos).
Baksos dilakukan atas swadaya masyarakat sendiri dilakukan oleh kelompok kesehatan alternatif Harum Amarullah di Jl Makmur, Dusun Dahlia, Desa Sambirejo Timur, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bakti sosial kesehatan ini dilakukan selama 2 hari (24 – 25 Juni 2009) dengan maksud untuk melayani masyarakat kalangan sangat miskin yang tidak mampu mengakses kesehatan umum yang biasanya sangat mahal. |
|
Last Updated on Friday, 02 October 2009 10:18 |
|
Read more...
|
|
|
Pasca Pemilu Presiden, Masihkah Pembaruan Agraria Dibelokkan Oleh BPN? |
|
|
|
|
Written by Iswan Kaputra
|
|
Thursday, 16 July 2009 11:05 |
|
Dalam laporan Kompas (13/7/09), dijelaskan bahwa periode 2009-2014 merupakan saat tepat bagi Susilo Bambang Yudhoyono, yang hampir pasti kembali menjadi presiden, untuk menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Indonesia. Masyarakat pun menunggu realisasi janji-janji kampanye Yudhoyono. Untuk mewujudkan itu, kerja pemerintah mendatang perlu difokuskan pada peletakan dasar demokrasi dan keadilan ekonomi. Dalam bentuk Lima agenda dan 15 prioritas kerja tersebut merupakan patokan bagi rakyat pemberi mandat untuk menuntut janji kelak di kemudian hari. Kelima agenda itu adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, penguatan demokrasi dan menghormati hak asasi manusia, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dan pembangunan adil dan merata.
|
|
Last Updated on Friday, 02 October 2009 04:29 |
|
Read more...
|
|
Kronologis Penangkapan Paksa Aktivis WALHI |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 05 July 2009 18:40 |
Jam 09.00 Wita – sekitar dua ratusan wakil nelayan dari 17 propinsi dan 4 negara di Asia Tenggara menuju ke pinggir pantai Malalayang di depan Kolongan Beach Hotel. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Manado akan menyampaikan solidaritas kepada nelayan-nelayan Sulut yang datang dengan 21 kapal dari berbagai wilayah. Bersama-sama mereka membacakan membuka Deklarasi Manado. Kawasan pinggiran pantai Malalayang adalah juga kawasan pedagang kaki lima.
Jam 09.30 Wita - Perwakilan nelayan secara bergantian menyampaikan pesan dan solidaritasnya, serta tak lupa menunjukkan fakta-fakta krisis yang dialami oleh nellayan.
Satu kompi polisi dengan truk dan puluhan intel mendatangi tempat kegiatan.
10.15 Wita – Peserta aksi solidaritas mulai menyanyikan lagu-lagu tradisoal ne;layan, dimuali dari nelayan Riau. Dilanjutkan, nelayan Manado.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 6 of 37 |