TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Tantangan Pertanian Indonesia, Mulai Regenerasi Sampai Paradigma

08/10/2019 , , ,

Sekolah Lapang Pertanian Organik Selaras Alam (SL-POSA) yang dilakukan BITRA Indonesia bersama masyarakat desa Teluk, Secanggang, Langkat   |

Penulis Ramdhan Triyadi Bempah | Editor Aprillia Ika

BOGOR, KOMPAS.com – Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Perencanaan dan Keuangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Agus Purwito menyoroti pentingnya regenerasi di sektor pertanian. Agus menuturkan, berdasarkan hasil survei, hanya sekitar 6-7 persen mahasiswa lulusan IPB yang terjun sebagai wirausaha pertanian.

Agus mengatakan, salah satu faktor rendahnya minat lulusan mahasiswa untuk bergelut di sektor pertanian karena masih adanya paradigma bahwa menjadi petani masih dipandang sebelah mata. Padahal, sambung Agus, di era sekarang ini, menjadi petani adalah pekerjaan yang mempunyai prospek cerah yang ditunjang dengan kecanggihan teknologi.

“Kita harus tingkatkan bagaimana caranya, salah satunya adalah merubah paradigma bahwa petani itu tidak kumuh, tidak miskin dan bergaji kecil,” ucap Agus, Kamis (3/10/2019). Agus menambahkan, para lulusan IPB diharapkan mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikanya, agar terus mewarnai pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian. Lanjutnya, dengan menumbuhkan ketertarikan kaum milenial terhadap pertanian dipastikan bakal melahirkan pengusaha muda pertanian yang mampu memberikan dampak sosial ekonomi bagi Indonesia.

“Paradigma itu harus dirubah sehingga diharapkan dapat memberikan minat atau antusiasme kepada para mahasiswa agar tergerak untuk menjadi wirausaha muda petani,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo mengungkapkan, regenerasi petani merupakan isu penting yang perlu diperhatikan oleh semua pihak. Sebab berdasarkan data sensus pertanian 2013, jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta atau turun 15,6 juta.

Meinu menjelaskan, menjadi petani itu bukan menggambarkan kemiskinan. Justru di tengah era teknologi maju saat ini, petani  suatu pekerjaaan yang prospektif. “Bidang pertanian itu, jika dikelola dengan baik, benar dan serius maka akan menjadi bidang yang sangat prospektif apalagi Indonesia ini sebagai negara agraris, bahkan saat ini sudah banyak komoditas pertanian yang bisa di ekspor dan tidak kalah dengan bidang lainnya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tantangan Pertanian di Indonesia, Mulai dari Regenerasi Sampai Paradigma”, https://regional.kompas.com/read/2019/10/05/07053271/tantangan-pertanian-di-indonesia-mulai-dari-regenerasi-sampai-paradigma.
Penulis: Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
Editor: Aprillia Ika

Sumber: regional.kompas.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107