TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

50 Ribu Kartu Pos Tantangan Energi Bersih untuk Jokowi & Prabowo Akan Dikirim

03/04/2019 , , ,

| SentralBerita | Langkat | 

Jejaring Sumatera Terang untuk Energi Bersih yang merupakan bagian dari gerakan #BersihkanIndonesia, secara simbolik mengirimkan kartu pos tantangan mengembangkan energi bersih berkelanjutan kepada pasangan capres Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Direktur Yayasan Srikandi Lestari dari Sumatera Utara, Mimi Surbakti melalui rilis yang dikirim ke redaksi sentralberita.com, Selasa (2/4/2019)mengatakan, telah menyaksikan operasional PLTU Pangkalan Susu di pesisir Langkat yang menganggu kelestarian laut dan udara sehingga secara langsung mengganggu mata pencaharian nelayan dan petani.

Menurutnya, bila proyek PLTU terus dilanjutkan Indonesia akan sulit memberantas kemiskinan, sehingga pemerintah harus mencabut izin PLTU Pangkalan Susu bila ingin menciptakan Indonesia yang berkeadilan. Keberadaan PLTU Pangkalan Susu, Sumatera Utara mengakibatkan meluasnya penggundulan hutan bakau, erosi tanah, kehilangan sumber air, polusi udara dan menghasilkan jutaan ton limbah beracun.

Polutan beracun yang keluar dari cerobong asap PLTU mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Diketahui partikel halus debu batu bara adalah penyebab utama penyakit pernafasan akut, merkuri perusak perkembangan saraf anak-anak balita dan janin dalam kandungan ibu hamil yang tinggal di sekitar PLTU berbahan bakar batubara.

Pembakaran batubara di PLTU adalah sumber utama gas rumah kaca penyebab perubahan iklim seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan metana yang memperburuk kondisi iklim kita. Limbah pembakaran batubara sangat beracun dan membahayakan kesehatan masyarakat, tembaga, cadmium dan arsenic adalah sebagian dari zat toksit yang dihasilkan dari limbah tersebut, yang masing-masing memicu keracunan, gagal ginjal, dan kanker.

Akibatnya, dampak krisis sosial dan ekologis telah terjadi antara lain pemiskinan masyarakat karena hancurnya sumber mata pencaharian (petani, nelayan dan petambak), kerusakan lingkungan di darat, udara dan laut karena pembakaran dan sisa pembakaran serta batu bara dan kesehatan masyarakat terganggu karena tidak ada pemantauan kesehatan.

Berdasarkan hal inilah kampanye melalui Kartu pos yang dikirim dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi dan Lampung tersebut dilakukan, kartu pos berisi tantangan bagi kedua kandidat agar segera berkomitmen beralih dari energi kotor batubara ke energi bersih terbarukan, dan untuk berani menghentikan proyek energi kotor batubara yang menyengsarakan rakyat. Total kartu pos yang akan dikirimkan sebanyak 50 ribu kartu di mana sisa kartu pos akan dikirim menjelang pelantikan presiden terpilih.

Melalui aksi simbolik yang dilakukan oleh 20 aktivis lingkungan dari masing-masing wilayah sebanyak 20 kartu pos dikirimkan masing-masing 10 kartu pos ke markas TKN Capres Jokowi-Amin dan 10 kartu pos ke markas BPN Capres Prabowo-Sandi di Jakarta. Kartu pos tersebut dikiriman melalui kantor pos di masing-masing wilayah dengan menggunakan layanan lacak status kiriman untuk memastikan bahwa kartu pos tersebut sampai ke tangan Capres Jokowi dan Capres Prabowo.

Inisiator Jejaring Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB), Ali Akbar menyatakan bahwa Sumatera saat ini berada diambang kehancuran ekologis sebagai muara dari rakusnya penggunaan energi kotor batubara. Menurtnya, menyandarkan sumber energi dari batubara adalah peta jalan salah dan dipastikan akan memberikan dampak buruk bagi keselamatan lingkungan dan mahluk hidup di dalamnya.

“Tanpa desakan dan tantangan dari gerakan masyarakat sipil, kedua kandidat tidak dapat diharapkan untuk beralih dari energi kotor ke energi terbarukan. Dimasa depan, kandidat terpilih sejatinya harus mampu menentukan energi terbaik dari sumber daya terbaik yang ada di Indonesia sebagai sumber pemenuhan kebutuhan energi,” ucap Ketua lembaga Kanopi Bengkulu ini.

Di Bengkulu, pembangunan PLTU batubara Teluk Sepang saat ini sudah memberikan dampak terhadap petani penggarap lahan. Tanaman dan tumbuhan petani digusur terlebih dahulu baru diganti rugi dengan nilai yang tidak adil bagi petani. Ditambah lagi ancaman lain apabila PLTU sudah beroperasi. Sebanyak 2.732,4 ton/hari bahan bakar batubara akan dibakar yang akan menghasilkan 35 persen abu terbang dan abu bawah.

“Melalui kartu pos ini kami minta pemerintah segera hentikan PLTU batubara Teluk Sepang dan beralih ke energi terbarukan,” kata Tamara Natasya, salah seorang pemuda Teluk Sepang yang turut mengirimkan kartu pos.

Kartu-kartu pos tersebut juga menyuarakan keprihatinan dari setiap wilayah. Khususnya dari kalangan anak muda Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang tempat tinggalnya rusak dan tercemar oleh proyek energi kotor batubara. Salah satunya dari Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat yang terdampak pencemaran tambang batubara dan operasional PLTU batubara Keban Agung.

“Tiap hari debu dan abu batubara dari PLTU dan pengerukan batubara terhirup oleh warga desa kami,” ujar Rusdi, aktivis lingkungan dari Desa Muara Maung yang terlibat dalam aksi pengiriman kartu pos tersebut.

Di Aceh, aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMuR), Maskur menyebutkan tambang batu bara dan PLTU Nagan Raya menjadi sumber konflik lingkungan bagi masyarakat Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya dan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Dampak debu yang dihasilkan dari stockpile tambang PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya telah berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Sejauh ini pemerintah setempat khusus Nagan Raya tak memiliki niat menyelesaikan konflik lingkungan dari debu batubara.

Sementara Direktur LBH Pekanbaru, Aditia Bagus Santoso meminta siapapun pasangan presiden dan capres terpilih harus peka terhadap energi bersih sebagai pilihan utama kebijakan atas sumber kelistrikan di Indonesia. Aditia bilang, “Golput adalah alternatif pilihan bagi presiden yang tidak pro terhadap energi bersih.”

Ditambahkan Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra bahwa masa depan Indonesia ada pada energi bersih. “Jangan lagi mengorbankan kesehatan masyarakat dengan penggunaan energi fosil, pemimpin Indonesia kedepan harus punya visi untuk memastikan generasi Indonesia hidup dan tumbuh dalam lingkungan yang bersih dan sehat,” ucapnya.

Sayangnya kata Wendra, pemerintah masih sibuk akan membangun PLTU batubara baru di Pulau Sumatera dengan total daya mencapai 7000 MW, padahal saat ini Sumatera sudah kelebihan daya listrik mencapai 2.000 MW. (SB/01).

Sumber (teks & foto): http://sentralberita.com/2019/04/50-ribu-kartu-pos-tantangan-energi-bersih-untuk-jokowi-dan-prabowo-akan-dikirim/

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107