TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Hujan Badai Intai Wilayah Sumut

02/04/2019 , , , ,

Foto/Ilustrasi: http://ditjenppi.menlhk.go.id/ kcpi/index.php/info-iklim/perubahan-iklim | 

SUDAH dua pekan terakhir cuaca buruk berupa hujan lebat diiringi petir dan angin kencang kerap menghampiri berbagai daerah di Provinsi Sumatra Utara. Konvergensi belokan angin dan pemanasan suhu laut dianggap menjadi penyebab.

Mulai sekitar pertengahan Maret, rilis cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan berisi prakiraan terjadinya hujan lebat, petir dan angin kencang. Prakiraan tersebut sering menjadi kenyataan dan masih berlangsung hingga memasuki bulan April.

“Kondisi cuaca buruk dan angin kencang melanda Sumut dalam beberapa waktu terakhir ini,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan, Syahnan, Selasa (2/4).

Menurut Syahnan, kondisi itu disebabkan wilayah Sumut terkena belokan angin dan konvergensi sehingga massa udara basah berkumpul di wilayah ini.

Situasi tersebut mengakibatkan pertumbuhan awan menjadi lebih banyak sehingga terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi lepas tengah hari sampai lewat tengah malam. Sedangkan pada pagi hingga tengah hari suhu panas menerpa dan relatif lebih panas dari biasanya.

Namun demikian, kondisi cuaca tersebut belum berdampak besar terhadap aktivitas transportasi, termasuk penerbangan. Otoritas bandara Kualanamu belum melaporkan adanya gangguan jadwal penerbangan akibat cuaca.

Begitu juga dengan dampak kondisi cuaca tersebut terhadap aktivitas masyarakat. BPBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota belum ada menyatakan terjadinya kerusakan atau masyarakat yang menjadi korban akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumut.

Terpisah, Peneliti Hutan Rakyat Institute (HaRI), Saurlin Siagian, meyakini kondisi cuaca tersebut juga dipengaruhi pemanasan suhu laut. Peningkatan 1 derajat suhu laut akan berimplikasi terhadap badai karena 3/4 permukaan bumi terdiri dari lautan.

“Satu derajat saja terjadi peningkatan suhu laut dapat memicu terjadinya gelombang besar baik di laut itu sendiri maupun di udara,” paparnya.

Peningkatan suhu air laut bahkan dapat mengubah siklus musim sekaligus mengubah pola badai. Saat ini saja sudah kerap terjadi badai di berbagai daerah di Indonesia dan sampai sekarang belum ada satu pun teknologi yang mampu menghadapinya.

Belum lama ini BMKG menyatakan fenomena equinox sedang menghampiri Indonesia. equinox merupakan salah satu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis katulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.

Saat fenomena ini berlangsung, matahari dengan bumi memiliki jarak paling dekat dan konsekuensinya, wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.

Secara umum, rata-rata suhu maksimum di wilayah Indonesia berada dalam kisaran 32-36 derajat celcius dan suhu maksimum tertinggi sempat terjadi di pulau Sumatra yang mencapai 37,6 derajat pada akhir Maret lalu. (OL-3)

Penulis: Yoseph Pencawan

Sumber: http://mediaindonesia.com/read/detail/227043-hujan-badai-intai-wilayah-sumut

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107