TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Komitmen Pengelola BUM Desa Sergai & Deli Serdang untuk Bangkit & Berdaya

07/02/2019 , , ,

Pegajahan, Serdang Bedagai (6|2|2019).

Salah satu hal yang menarik dari kehadiran UU Desa adalah mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Merupakan badan usaha yang di kelola Desa dan dimodali dari dana desa, sebagai penyertaan modal usaha, baik sebagian maupun keseluruhannya.

“BUM Desa ini penting sekali untuk mendorong terciptanya lapangan kerja di desa dan sebagai salah upaya untuk mendorong kemandirian Desa. Begitu juga dampaknya dari pelayanan ekonomi dan sosial pemerintah desa melalui BUM Desa kepada masyarakat akan membuat Pemdes dan BUM Desa sinergis dalam pembangunan kesejahteraan ekonomi sosial masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Tajun, Kec. Kubutambahan, Kab. Buleleng/Singaraja, Bali”. Begitu ditekankan Iswan Kaputra dari BITRA Indonesia, sebagai narasumber diskusi penguatan BUM Desa bagi 10 desa dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, yang diselenggarakan Pemerintahan Desa Pegajahan, Kec. Pegajahan, Kab Serdang Bedagai bekerjasama dengan BITRA Indonesia, di aula desanya (6/2/2019).

“Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, berkomidmen akan terus melakukan terus melakukan pendampingan bagi desa-desa di Sumatera Utara. Terutama desa-desa yang minim intervensi dan besar tantangannya di kabupaten Langkat, Deli Serdang dan Serdang Bedagai”. ujar Hawari Hasibuan (Koordinator Program Advokasi BITRA Indonesia) Ketika menyampaikan orientasi pada pembukaan kegiatan.

Hawari, berharap agar seluruh peserta diskusi bisa mengikuti sampai akhir kegiatan, dan bisa aktif untuk memberi masukan pandangannya kepada sesama peserta diskusi yang berasal dari perwakilan Desa di Serdang Bedagai maupun dari Deli Serdang tersebut, “Masukan dan saling tukar pengalaman antara satu desa dengan desa yang lain, atau antara satu BUM Desa dengan BUM Desa yang lain, merupakan hal yang sangat petik untuk membangun kapasitas BUM Desa dan sumberdaya penyelolanya. Jika perlu antara 1 BUM Desa dengan BUM Desa yang lain saling bekerjasama usaha dalam kerangka Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), untuk membentuk Badan Usaha Bersama Desa (Bumadesa)”. Tambahnya.

Kegiatan diskusi dibuka oleh Mhd. Yamin, Kepala Desa Pegajahan. “Di Desa Pegajahan ini sendiri sudah ada beberapa upaya untuk membangun BUM Desa. Kami sangat berharap agar BUM Desa bisa mandiri dan menjadi kekuatan baru ekonomi di desa sehingga dapat menjadi penyangga ekonomi masyarakat untuk Menlu Indonesia sejahtera. Penduduk kami, jumlah 1.511 keluarga, yang sangat majemuk dan ada juga kampung Bali lengkap dengan pera-nya, sebahagian besar warga kami berasal dari buruh atau pekerja perkebunan”. Papar Yamin dalam sambutan pembukaannya.

“Memang BUM Desa di sini jika dibandingkan dengan Jawa, sangat jauh sekali tertinggal. Hal ini diakibatkan oleh sulitnya mendorong perwakilan masyarakat yang dipercayakan untuk mengelola BUM Desa untuk tertib administrasi. Kemudian selain itu juga menyangkut kualitas sumber daya manusia juga, di kampung kami kesulitan menemukan orang yang memadai, apalagi yang pintar dan mau mengelola BUM Desa untuk kemajuan Desa ini. Sambung Yamin.

“Ke depan BUM Desa dapat lebih memahami dan patuh pada aturan administratif, khususnya BUM Desa Pegajahan, dapat meningkatkan usaha yang akan di kelola oleh BUM Desa dan kepada BITRA agar terus melakukan dampingan kepada Desa kami supaya mampu mengelola BUM Desa sesuai dengan peraturan yang belaku”. Harap Yamin.

Rohayati, peserta diskusi dari BUM Desa Makmur, Desa Karanganyar, menyampaikan, banyak sekali tantangan dan kendala yang dihadapi oleh BUM Desa khususnya pengelola BUM Desanya. Seperti tidak adanya gaji untuk pengelola BUM Desa. “Kami dalam mendorong usaha Desa ini tidak dapat gaji, padahal kerja kami bukan mudah untuk menciptakan usaha yang nantinya bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat dan memberi keuntungan bagi desa untuk kesejahteraan masyarakat desa. Tantangan lain kemampuan SDM kami yang masih sangat minim, sehingga tidak pandai bagaimana mengelola BUM Desa dengan baik, begitu juga SDM di masyarakat yang akan menjalankan usaha”. Gelisahnya. “Kami berharap agar BITRA Indonesia terus memberikan pemahaman terkait kebutuhan BUM Desa seperti ilmu manajemen, ilmu komunikasi, hukum, dan ilmu ekonomi agar kami bisa mengelola BUM Desa ini dengan baik dan maju”. Tambahnya lagi.

Acara diskusi dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter infograf tentang manfaat dan semangat UU Desa dan film BUM Desa Lendang Nangka dari Lombok yang berhasil memenuhi kebutuhan dasar masyarakat (fungsi ekonomi dan sosial), yakni penyaluran air bersih.

“Kami mengerti apa yang menjadi kegelisahan dan kebutuhan para pengurus BUM Desa, untuk itu kami datang, ingin belajar memahami keadaan bersama Bapak Ibu, lalu kita lakukan pemecahan masalah secara bersama-sama dengan melakukan pemberdayaan dan penguatan bersama. Karna BITRA akan tidak ada artinya jika Bapak Ibu tidak punya niat yang kuat untuk berubah dan berdaya”. Demikian penyemangat dari Iswan.

“Di Bali dan Lombok, kami sudah melihat langsung bagaimana BUM Desa dapat menjadi tulang punggung dan ujung tombak perekonomian desa. Saya sudah melihat langsung bagaimana BUM Desa di Bali Utara, pegunungan, bukan yang daerah wisata, dapat menyumbang PAD 700 juta rupiah kepada Desanya dan dapat menggaji Kepala Dusunnya dengan gaji 5 sampai 6 juta rupiah. Begitu juga pengelola BUM Desa bergaji hingga 6 – 8 juta rupiah perbulan. Karena BUM Desanya sudah sangat maju dan beruntung”. Demikian semangan Iswan.

“Pemetaan sumber daya alam, sumberdaya manusia, potensi dan masalah, juga lingkungan merupakan suatu hal yang teramat penting untuk memulai BUM Desa. Tidak perlu contoh yang teramat jauh, di Sergai Ata 2 BUM Desa yang besar dan berhasil, yakni BUM Desa Kuta Pinang dan BUM Desa Gundang Garam”. Tambahnya.

Akhir diskusi menghasilkan kesepakatan dibentuk lingkar diskusi pengelola BUM Desa Deli Serdang dan Serdang Bedagai dengan jadwal pertemuan setiap 2 bulan sekali dengan materi serial yang bertahap dari semua aspek BUM Desa agar dapat mengisi kekosongan dan kebutuhan para pengurus atau pengelola BUM Desa. Begitu juga pelatihan yang dibutuhkan baik teknis maupun ilmu substansial akan dilakukan. (QA)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107