TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Ranpermenaker Tentang Pekerja Rumahan Harus Dipercepat, Begini Alasannya

24/10/2018 , , ,

Perkembangan sektor perindustrian yang terjadi sejak era revolusi industri hingga pertengahan abad ke-19 menimbulkan fenomena baru yang dikenal sebagai putting-out system.

Dimana sistem tersebut adalah salah satu perwujudan pekerjaan subkontrak. Namun dikarenakan upah pekerja rumahan masih kecil maka diharapkan Ranpermenaker segera dipercepat dalan melindungi upah pekerja rumahan.

Tim perumus Ranpermenaker yang dipimpin oleh Prof. Payaman Simanjuntak mengatakan bahwa perkembangan hubungan industrial era globalisasi perusahaan banyak memberikan sebagian pekerjaan kepada pekerja/buruh rumahan.

“Pemberian pekerjaan dari pemberi kerja kepada pekerja/buruh rumahan merupakan upaya mempercepat dan membuka lapangan pekerjaan, dan jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh pekerja/buruh rumahan sama dengan pekerjaan yang dikerjakan oleh pekerja/buruh pada perusahaan pemberi kerja,” katanya dalam acara konsultasi publik rencana pembentukan permenaker tantang kerja rumahan di Universitas Sumatera Utara Medan, Selasa (23/10/2018).

Hingga saat ini pekerja/buruh rumahan tidak mendapat perlindungan dan kepastian  hukum yang sama seperti pekerja/buruh pada perusahaan pemberi kerja, bahkan belum ada ketentuan peraturan perundang-undangan yang memberikan perlindungan dan kepastian hukum untuk pekerja/buruh rumahan.

“Persoalan ini memang sangat menyita waktu, namun kita tetap berupaya agar rumusan ini dipercepat agar para pekerja rumahan mendapatkan payung hukum,” ujarnya.

Direktur Yayasan Bitra Indonesia, Diana mengatakan pekerja rumahan telah teridentifikasi di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Pekerja rumahan di Indonesia tersebar di berbagai penjuru daerah, beberapa telah dapat teridentifikasi, namun masih banyak yang belum dapat ditemukan.

“Secara faktual, pekerja rumahan di Indonesia tidak mendapatkan perlindungan hukum sebagai seorang pekerja dikarenakan Undang- Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak memberikan perlindungan bagi pekerja sektor informal,” ujarnya.

Padahal, Pekerja Rumahan memiliki tanggung jawab sebagai anggota untuk kian meningkatkan taraf kesejahteraan pekerja. Belum pekerja rumahan punya peran ganda, selain mengerjakan pekerjaan tersebut juga harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

“Harapan peningkatan kesejahteraan pekerja rumahan telah diinisiasikan dengan upaya pembentukan regulasi yang mengatur mengenai perlindungan pekerja rumahan di Indonesia,” katanya.

Demi tercapainya regulasi yang memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja rumahan dan sekaligus secara holistik mencakup kepentingan pihak-pihak lain yang terlibat sebagai pemangku kepentingan dalam fenomena pekerja rumahan, telah terbentuk tim penyusun skema rancangan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

“Tim Penyusun sudah membuat draft peraturan yang diharapkan dapat melindungi dan mengakomodir semua kepentingan pihak-pihak yang terlibat termasuk pekerja rumahan,” pungkasnya. Om-Nis

Sumber (teks & foto): https://orbitdigitaldaily.com/ranpermenaker-tentang-kerja-rumahan-harus-dipercepat-begini-alasannya/

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107