TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Merasa Terbatas pada Radio Komersil, STAR Membahana dengan Rakom

23/03/2018 , , ,

Para penyiar remaja Rasio Komunitas STAR FM, “in action”.

Keinginan membangun sebuah wadah berhimpun atas dasar kebersamaan, kekeluargaan, gotong oyong, kepedulian sosial (sesama), serta niat untuk berloba-lomba demi kebaikan, semata-mata karena Allah SWT dan fastabiqul khoirot, maka didirikan perkumpulan Suara Teluk Aru (STAR) pada tahun 2016 namun secara formal diresmikan pada 17 Januari 2017 dengan anggota yang beragam, karakter, usia, suku, (ras), profesi dan kesukaan (hobi).

Awalnya STAR dimotori oleh 5 orang penggagas yang telah menyatukan visi yang bulat untuk membuat perkumpulan ini. 5 orang ini datang dari daerah yang tidak dapat dikatakan berdekatan, yakni Sukrisnur (Atok Labu) dari Securai Selatan, Babalan, Legimin dari Sekoci, Besitang, Elvida Hanim dari BM 1, Sei Lepan, Salbiah dari Tangkahan Durian, Berandan Barat, dan Yusvanida warga desa Lama Baru, Sei Lepan.

Studio baru dengan swadaya dan prakarsa masyarakat di atas lahan sumbangan.

“Pertemuan kami, yang berasal dari tempat yang berbeda, berawal dari pertemuan, kedekatan dan partisipasi kami pada sebuah radio komersial yang ada di Pangkalan Berandan, pada waktu itu. Namun karna kami merasa keterbatasan untuk berbuat lebih banyak pada masyarakat, terutama masyarakat yang berhimpun di radio komersial tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk membangun sebuah perkumpulan atau komunitas sendiri yang akhirnya kami namai Komunitas Suara Teluk Aru (STAR).” Demikian Diungkapkan Legimin dengan nama udara (siar) Pak Leo ini mengawali cerita perkumpulan yang kini mulai membesar, seiring waktu berjalan.

Setelah terbentuk perkumpulan, dengan modal kurang dari 10 juta, patungan dan pinjaman dari para pendiri, perkumpulan berhasil mendirikan radio komunitas STAR FM yang siar para gelombang 107,7 Mhz. Sebelumnya, radio masih menumpang di salah satu sudut ruang, dekat dapur rumah salah satu pendiri. Kini, masih pada gang yang sama, atas hibah tanah tapak studio dari warga anggota dan pendengar radio yang bersimpati, studio radio permanen dibangun di Gang Marcopolo, Kelurahan Tangkahan Durian, Brandang Barat.

Setelah kegiatan seni budaya bersama anak-anak.

“Pancaran siaran STAR FM kami gunakan untuk menggalang kekuatan dan kebersamaan yang semakin besar. Radio sebagai alat komunikasinya, namun kami juga menggerakkan berbagai kegiatan bersama masyarakat secara offline, untuk itu kita sudah bersepakat akan berkontribusi sebesar Rp 10,000,- per bulan sebagai “motor” penggerak semua kegiatan perkumpulan. Selain dari anggota, saat awal dulu, ada juga dukungan dari pihak yang lebih luas mengalir, seperti dari anggota DPRD Sumut, Bapak Suharto, Bapak Muhammad Yusuf Sastra, Ibu Titin Faisal Matondang (Istri Camat Sei Lepan) dan berbagai tokoh masyarakat yang berada di seputaran wilayah Teluk Aru.” Papar Elvida Hanim dengan nama udaha Bunda Elvi.

“Saat ini, pada usia berjalan 3 tahun Komunitas STAR telah menjadi rumah besar yang memberi pembelajaran pada komunitasnya akan nilai-nilai saling menghargai dan berbagi kasih sayang dalam kebersamaan, saling asih, saling asah dan saling asuh satu sama lainnya.” Tambah Legimin.

Produksi cairan pembersih ibu-ibu komunitas STAR, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Kreatif.

“STAR harus mampu menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi anggotanya. Selain itu, STAR juga harus mampu memenuhi kebutuhan anggota dan juga mengembangkan potensi yang ada pada keseluruhan anggota.” Tambah Yusvanida, pendiri lain. Untuk itu STAR menyusun program kerja komunitas, baik offline maupun online dengan bidang-bidang, sebagai 8 badan seperti berikut:

  1. Badan Pelaksana Penyiaran Radio Komunitas STAR FM. Sebagai media komunikasi dan informasi pendengar serta masyarakat umum sejangkau siar. Siarannya berupa budaya, merangkum kesukuan yang ada di Teluk Aru, hiburan lagu etnis, edukasi dalam bentuk dialog-dialog, sekaligus untuk mengasah bakat komunikasi, IT, media dan menggembleng kemampuan sedikitnya 40 orang penyiar.
  2. Badan Pengembangan UKM, Pertanian Dan Budidaya “Jaya Bersama”, membangun potensi usaha kecil (Home industri), pertanian dan budidaya dengan menciptakan rumah produksi sabun pencuci piring “Star Light” dan peternakan.
  3. Badan Pengembangan Kesehatan Alternatif “Selaras Alam”, sebagai pengembangan sistem kesehatan keluarga dan pengobatan berbasis alami, selaras dengan alam, berdasar pada tanaman berkhasiat obat yang ada di alam sekitar dengan perpaduan akupresur. Bidang ini sudah cukup dikenal masyarakat umum sekitar, karena ada bakti sosial pengobatan alternatif rutin setiap hari Sabtu.
  4. Badan Pengembangan Credit Union (CU) “STAR Mandiri”, wadah pembelajaran sistem pengelolaan keuangan keluarga, tabungan dan ekonomi kolektif untuk kemandirian.
  5. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Kreatif, sebagai pusat produk kerajinan tangan kolektif dan pembelajaran membangun pola pemasarannya (online, offline, maupun konvensional) seperti taman kreativitas STAR dan Pusat Jajanan Selera Rakyat (PUJASERA) STAR.

    Perpustakaan Taman Pelita STAR.

  6. Badan Pengelola Rumah Qur’ani “Miftahul Ilmi”, wadah pembelajaran membaca, hafiz dan pemahaman Al-Qur’an bagi santriwan dan santriwati serta masyarakat (tilawah dan tahfiz Al-qur’an).
  7. Badan Pengelola Perpustakaan dan Taman “Pelita STAR “, merupakan sarana bermain dan belajar bagi anak-anak dari komunitas dan masyarakat, semacam lingkungan ramah anak.
  8. Badan Pengembangan Bakat dan Potensi “Talenta STAR”, berkonsentrasi pada pengembangan talenta dimiliki anggota komunitas terutama kaum muda (seni musik, tarik suara, tari dll).

“Berbagai kegiatan sosial masyarakat lainnya juga dilakukan oleh STAR berupa, pembangunan sarana air bersih, donor darah, kunjungan kedukaan (takziah), menghibur yang sakit (besuk bersama), penyelenggaraan event pada hari besar nasional dan hari besar Islam, seperti festival anak saleh, musyabaqoh baca dan hafiz Al-Qur’an, dll. Beberapa program kegiatan sosial maupun yang dijalankan 8 badan di dalam Perkumpulan STAR, sebahagian bekerjasama dengan BITRA Indonesia, Medan, sebagai lembaga pendamping kami.” Kata Salbiah pula.

“Kami ingin, generasi muda dan bahkan semua masyarakat di wilayah kami terhindar dari serbuan narkoba yang telah masuk ke pelosok desa. Begitu juga kita coba menghadang pengaruh negatif perkembangan teknologi dan modernisasi yang dapat menciptakan pergaulan yang kurang sehat. Kami di sini berhimpun untuk berbagi kebaikan. Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan tanpa berbuat, maka salah satu upaya kecil untuk menyelamatkan generasi kita dari pengaruh dan kegiatan negatif mereka adalah dengan menciptakan seluas-luasnya sarana dan kegiatan positif.” Demikian pesan Bapak Suharto sebagai Dewan Pembina Komunitas STAR senantiasa mengingatkan dan memotivasi akan pentingnya kebersamaan dan semangat kekeluargaan sebagai kekuatan dasar untuk berbagi kebaikan. (Sukrisnur, Jurnalis Warga, Rakom STAR FM, Brandan Barat).

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107