TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Mina Padi yang Membuat Petani Sergai Tersenyum, Mengapa?

02/02/2018 , , ,

oleh 

Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, tampak ramai. Pagi itu, Senin (29/1/2018), ada gelaran panen perdana padi hasil jerih payah Kelompok Tani Harapan Maju di lahan seluas 10 hektar. Istimewanya, padi yang mau dituai ini menerapkan konsep mina padi, yang di sela tanaman itu dipelihara juga ikan nila yang secara bersamaan diambil hasilnya.

Mina padi adalah  konsep tanaman padi organik, tanpa bahan kimia, yang dibarengi dengan kandungan ikan di pematang sawah dalam satu areal. Bila padi dipanen, ikan yang sudah besar pun ikut diangkut. Potensi yang dirancang untuk petani.

Pertanian ramah lingkungan ini, berdasarkan keterangan Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai, mulai dikembangkan di 2017. Desa Pulau Tagor dijadikan desa percontohan karena berhasil menerapkan pola tersebut, di Sumatera Utara.

Saimin, anggota Kelompok Tani Harapan Maju, kepada  Mongabay Indonesia mengatakan, praktik pertanian organik ini memang menguntungkan. Biayanya kecil dan hasil memuaskan. Pupuk organik satu sak, bisa untuk lahan seluas tiga rante atau 1.200 meter persegi, dengan uang yang dikeluarkan Rp115 ribu. Sementara bila menggunakan pupuk kimia, akan dua kali lipat harganya.

“Metode ini sangat baik Kami tidak lagi membeli bahan kimia berbahaya untuk membunuh hama, jadi kualitas padi terjaga. Saya panen 85 kilogram untuk satu goni gabah kering. Lalu, dikali tujuh setengah goni untuk lahan seluas tiga rante. Sehat dan bisa dipanen berbarengan., “ujarnya sumringah.

Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, yang ikut menu bersama mengatakan, Kecamatan Serbajadi dan Teluk Mengkudu telah mengembangkan pola organik yang hasilnya cukup menggembirakan.

Saat ini, tengah diusahakan kerja sama dengan Perhimpunan Penyuluh Petani (Perhutani), untuk memasarkan produk organik dari Kabupaten Serdang Bedagai, kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Pihak manajemen milik negara itu, menurutnya tertarik, dan sudah melakukan survey.

“Kita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Nanti, di penerbangan akan diumumkan nasi yang disajikan ke penumpang adalah organik, tanpa bahan kimia. Asalnya dari Serdang Begadai, “jelasnya.

Soekirman menjelaskan, kelebihan konsep mina padi adalah masyarakat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan mina padi, hama wereng yang ada di batang padi akan dimakan ikan yang dibudidayakan di kolam padi organik ini. Keong mas malah menjadi kawan petani, karena rumput rumput yang ada di padi. Tidak perlu insektisida untuk membunuh hama. “Wilayah ini akan menjadi percontohan pengelolaan hasil pertanian tanpa bahan kimia.”

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ahmad Jauari, mengatakan konsep mina padi telah dikembangkan di Sumatera di 2017. Wilayah kelola 50 hektar di Pasaman Barat, Sumatera Barat (15 hektar), Aceh (15 hektar), Serdang Bedagai (10 hektar), dan Jambi (10 hektar). Tahun 2018, rencananya akan dikembangkan seluas 200 hektar, namun akan dilihat dulu capaian yang sekarang.

“Selama ini benih yang ditebar adalah ikan nila. Namun jika ada kelompok tani yang menginginkan lele akan diberikan. Untuk bantuan benih nila, sebanyak 20 ribu ekor per hektarnya, “jelasnya.

Direktur Yayasan Bitra Indonesia, Wahyudi mengatakan, baca mengembangkan model ini untuk mengintensifkan lahan pertanian. Apalagi diKecamatan Serbajadi, ada potensi air tawar. Model ini diharapkan bisa dilihat petani lain untuk diterapkan. “Ini adalah kolaborasi dengan pemerintah Serdang Bedagai yang memiliki anggaran, aparatur, alokasi, dan tenaga penyuluh.”

Wahyudi mengatakan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serdang Bedagai akan membuat model seperti yang ada sekarang, di 50 desa di di kabupaten pemekaran ini. “Target yang diharapkan adalah petani lebih sejahtera dan ekonomi meningkat,” tandasnya.

Sumber: https://www.mongabay.co.id/2018/02/01/mina-padi-yang-membuat-petani-sergai-tersenyum-mengapa/

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107