TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Mina Padi Perlu Terus Didorong

30/01/2018 , , ,

SERDANG BEDAGAI, KOMPAS – Perpaduan penanaman padi organik dan budidaya ikan dalam lahan sawah yang sama terbukti menguntungkan. Model pertanian mina padi ini perlu dikembangkan di wilayah Sumatera Utara sehingga memberi nilai tambah pada petani.

Dalam panen perdana pertanian mina padi di Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (29/1), petani mendapatkan hasil gabah kering panen sekitar 250 Kg  – 300 Kg per rante (400 meter persegi). Hasil itu sama dengan hasil penanaman biasa dengan metode organik.

Namun, biaya produksinya lebih rendah karena petani tidak perlu mengeluarkan biaya insektisida dan pupuk yang banyak. “hanya pupuk organik dibuat sendiri dan racun organik dari kencing kambing, biayanya sekitar Rp. 60.000,” kata Edi Saputra, petani Desa Pulau Tagor.

Saat panen, petani selain mendapatkan beras juga memperoleh hasil tambahan yakni ikan. Ikan nila yang dikembangkan petani selama 2,5 bulan mencapai berat 1 Kg per lima ekor. Setelah sawah dipanen, ikan masih kan dibesarkan petani hingga beratnya 1 Kg per empat ekor.

Mina padi di Desa Pulau Tagor adalah perogram percontohan dilahan seluas 10 hektar kerja sama petani, Yayasan Bitra Indonesia, lembaga yang mendampingi petani, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jambi.

Saimin (63), petani Desa Pulau Tagor, mengatakan, dulu tahun 1970, orang tuanya juga mengembangkan mina padi. Namun, kemudian budidaya itu terputus sehingga tidak bisa dilanjutkan. “Sekarang setelah ada pendampingan, saya ternyata hanya meneruskan dulu yang sudah dilakukan orang tua,” kata Saimin.

Menurut Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Ahmad Jauhari, tahun ini pihaknya membantu pengembangan 50 ha mina padi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, dan Sumbar. Bantuan bisa meningkat hingga 200 ha. Pihanya juga membantu pengadaan bibit ikan 20.000 ekor per ha tanaman padi.

Bupati Serdang Bedagai Soekirman mengatakan, sudah mulai melakukan pertanaman organik sejak 2011, meskipun jumlanya masih 1-2 persen dari total lahan padi di Serdang Bedagai sekitar 90.000 ha. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, kata Soekirman, sudah menjajaki untuk membeli beras organik petani di Serdang Bedagai untuk menjamu penumpangnya. Mina padi didorong karena memberi tambahan kesejahteraan petani.

Direktur Yayasan bitra Indonesia Wahyudi mengatakan, model ini bisa diterapkan daerah-daerah lain. (WSI)

Sumber: Kompas Cetak 30 Januari 2018, Halaman 20.

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107