TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Lakukan yang Terbaik dan Tetap Berpikir Positif

27/02/2017 , , ,

Profile: Sempa Kata br Gurusinga

Meskipun sudah menjadi sekretaris desa, Sempa Kata br Gurusinga masih tetap aktif dalam berorganisasi di kelompok masyarakat desa kelahirannya, yaitu sebagai bendahara di CU Ertunas Baru. Selain itu, dia juga aktif sebagai pengurus CU Induk FPeRa, sebuah wadah bagi CU-CU dampingan Bitra Indonesia untuk saling berbagi pengetahuan tentang Credit Union (CU).

Menurut perempuan kelahiran Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, 11 Januari 1969 ini, dipercaya sebagai pengurus CU itu merupakan amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Apalagi, berdasarkan pengalamannya di CU Ertunas Baru, keberadaan CU ini sangat membantu ekonomi masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Kini, CU Ertunas Baru yang berdiri sejak tahun 1993 itu sudah beranggotakan 268 orang, dengan aset sekitar Rp 600 jutaan. Ide membentuk CU ini awalnya tercetus dari 25 orang petani Desa Rambung Baru yang pada masa itu mengikuti Sekolah Lapang Pertanian Selaras Alam (SL-PSA) atau Sekolah Lapang Polikultur (SLP), yang diadakan Bitra Indonesia. Seiring perkembangan CU, jelas Sempa, “sekitar 2% anggota kami sekarang ini, ada yang masih anak-anak. Mereka khusus menabung untuk biaya pendidikan. Paling sedikit mereka menabung Rp 20 ribu per bulan,” ujarnya.

Sempa mengakui, ketertarikannya mengembangkan CU makin termotivasi saat dia melihat manfaat CU bagi masyarakat di desanya. Misalnya, dengan pinjaman Rp 500 ribu, anggota CU yang sebahagian besar petani itu sanggup membeli sarana produksi (saprodi) dengan jumlah yang besar. Lagipula, menurut perempuan tamatan SMEA Pancur Batu jurusan Akuntansi yang pernah bekerja di perusahaan asing di Aceh ini, “syarat meminjam di CU tidaklah sesulit di bank. Cukup bermodal kepercayaan dan kita bisa membantu anggota sesuai kebutuhannya. Untuk saya sendiri, saya justru terbantu pinjaman di CU untuk membiayai kuliah dua anak saya. Tanpa CU mungkin saya tak mampu menguliahkan anak saya,” tuturnya.

Kendati demikian, tidak sedikit pula masalah yang dihadapi pengurus CU. Termasuk teguran dari pemerintah, dalam hal ini dinas koperasi, agar CU-nya dibadanhukumkan jadi koperasi. “Saya sebagai pengurus CU dan juga aparat desa terkadang dilema melihat persoalan ini,” katanya.

Syukurnya, dilema itu tidak berkepanjangan. Karena, selain kepala desanya, teman-teman di CU pun selalu bersemangat dan saling mendukung dalam mengembangkan CU. Begitu pula dukungan utama dari keluarga, yaitu suami dan anak-anaknya. “Bahkan, pesan suami saya, saya harus mempertahankan CU untuk masyarakat,” ujar Sempa.

Suami Sempa sendiri sebenarnya termasuk pendiri CU Ertunas Baru. Kini, bersama laki-laki yang bernama Sudirman Tarigan (48), yang merupakan pariban dan teman SMP-nya dulu, Sempa dikaruniai tiga orang anak, yaitu Rehulina br Tarigan (alumni IBMI, Medan); Andika Tarigan (kuliah di akademi pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau); serta Pina br Tarigan (kelas III SMP).

Bagi Sempa, dalam menjalankan CU dengan baik, menjaga semangat diri adalah hal penting. Dan ini harus ditularkan, baik ke keluarga, teman-teman di CU, maupun di lingkungan kerja dan masyarakat desa. “Untuk menjaga semangat itu, maka lakukan yang terbaik. Jangan menyakiti orang lain, tapi buatlah orang yang di sekitar kita senang, senang dengan kita dan kerjaan kita, serta berpikirlah positif selalu,” pesannya. (jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107