TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Kelompok Tani Subur Terima Sertifikat Organik LeSOS

20/02/2017 , , ,

Kelompok Tani Subur dampingan Bitra Indonesia yang berasal dari Dusun II, Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, awal Desember 2016 lalu, menerima sertifikat organik dari LeSOS. Bersama Kelompok Tani Subur, ada 3 kelompok tani lainnya dari Sumatera Utara yang menerima sertifikasi organik tersebut, yaitu Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat, Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang; Gapoktan Tani Mandiri, Dusun Bali Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang dan Kelompok Tani Fajar, Dusun VI, Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Berdasarkan penilaian LeSOS, keempat kelompok tani ini dinyatakan secara konsisten telah memenuhi persyaratan SNI 6792:2013 sistem pertanian organik melalui Internal Control System (ICS). Masing-masing 3 kelompok mendapat sertifikat organik untuk ruang lingkup padi, dan 1 kelompok lagi, yaitu Kelompok Tani Mekar Pasar Kawat untuk ruang lingkup padi dan palawija. Sertifikat organik ini berlaku sejak 5 Desember 2016 hingga 4 Desember 2019, dan di setiap tahunnya akan dilakukan survailance oleh pihak LeSOS dan Dinas pertanian di 4 kelompok tani tersebut.

Menurut Kamaruddin, petani padi organik dari Kelompok Tani Subur, adanya sertifikasi ini sangat penting sekali bagi kelompok tani yang fokus pada pertanian organik. Harapan ke depan, dengan adanya sertifikasi ini bisa memacu semangat petani untuk menambah lahan pertanian organiknya. “Karena selama ini, kendala yang sering dialami petani organik dalam memasarkan produknya, yaitu soal sertifikasi yang sering dipertanyakan oleh konsumen. Padahal melihat minat konsumen, padi organik sudah menjanjikan,” katanya.

Saat ini, tambah Kamaruddin lagi, untuk satu kali musim tanam, Kelompok Tani Subur bisa menghasilkan padi organik sekitar 40-an ton. “Jadi, untuk pasarnya saja, kemungkinan tak tercukupi. Untuk itu, dengan adanya Bitra Indonesia mengembangkan di wilayah lain, itu bisa membantu,” ujarnya.

Berdasarkan laporan LeSOS, tingginya minat konsumen terhadap produk pertanian organik memberikan peluang kepada para calon produsen organik yang telah lama mengembangkan proses pertanian organik. Namun dengan semakin berkembangnya informasi dan teknologi, konsumen produk organik juga sudah semakin pandai memilih, dalam arti memilih produk organik yang benar. Maka dari itu untuk meyakinkan konsumen terhadap produk organik yang mereka konsumsi perlu adanya sebuah jaminan yang dikenal dengan sertifikasi pangan organik.

Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa sertifikasi pangan organik yang meliputi produk tanaman segar dan produk tanaman (hortikultura, palawija, dan perkebunan), ternak dan produk peternakan (susu, telur, daging dan madu), produk olahan tanaman dan ternak, pestisida organik serta pupuk organik. LeSOS berdomisili di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

LeSOS telah dikenal di Indonesia sebagai salah satu lembaga sertifikasi yang terakreditasi oleh pihak yang kompeten dengan terbitnya sertifikasi akreditasi dari komite akreditasi nasional (KAN) dengan No: LSPO-005-IDN yang terbit pada bulan November 2008. Untuk penjaminan sertifikasi internasional atau ekspor LeSOS bekerjasama dengan lembaga sertifikasi internasional Bio Inspecta di Switzerland sebagai Partner Control Bodies (PCB) atas fasilitasi dari Pan Eco. Dan sejak tahun 2010, LesOS resmi menjadi PCB Bio Inspecta di Indonesia. (jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107