TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Pekerja Rumahan, Meretas Rintangan dengan Proses dan Ketekunan

02/12/2016 , , , , ,
Samsiah, Cover belakang newsletter PermataNet

Samsiah, Bendahara DPC SPR Sejahtera Deli Serdang dalam cover belakang newsletter PermataNet.

Profil: Samsiah

Samsiah Harahap, perempuan pekerja rumahan berdarah Batak Mandailing asal Tapanuli Selatan itu, sehari-harinya bekerja menganyam kawat panggangan ikan. Bersama puluhan perempuan lain di Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, ibu berusia 32 tahun dengan 2 orang anak laki-laki ini harus menyelesaikan beberapa kodi anyaman kawat panggangan, dengan upah Rp 5.000 per kodi.

Sebelumnya, awal merantau ke Deli Serdang 15 tahun lalu, perempuan yang kerap dipanggil Bu Siah itu pernah bekerja sebagai pegawai salon. Tetapi sejak dia menikah dan memiliki anak, dia memutuskan berhenti bekerja karena gajinya sebagai tukang salon sangatlah kecil dibandingkan biaya menitipkan anaknya yang saat itu masih bayi.

Beberapa tahun berhenti bekerja, Bu Siah pun merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan di rumah, sementara masalah keuangan rumah tangga juga harus dipikirkannya. Akhirnya Bu Siah mengikuti jejak tetangganya, bekerja di rumah sebagai penganyam kawat panggangan. Ketika itu upahnya Rp 1.200 per kodi, upah menganyam kawat panggangan yang ukurannya paling kecil.

Suatu hari, pada Mei 2014, saat Bu Siah menganyam kawat panggangan di dalam rumahnya, dia didatangi Dewi, staf lapangan BITRA Indonesia untuk berdiskusi soal pekerja rumahan yang digelutinya. Sayangnya, saat BITRA mengundangnya untuk ikut diskusi bersama penganyam kawat lainnya, Bu Siah tidak bisa hadir. Belakangan Bu Siah menjelaskan bahwa dia dilarang oleh suaminya, yang menganggap diskusi-diskusi seperti itu hanya buang-buang waktu dan tidak bermanfaat.

Namun, pada kesempatan lain, rasa penasarannya yang besar membuat Bu Siah diam-diam menghadiri diskusi bersama pekerja rumahan penganyam kawat lain. Alhasil, pada Juni 2014, Kelompok Penganyam Kawat Melati pun dibentuk dan Bu Siah ikut sebagai anggota. Bahkan pada Agustus 2014, Bu Siah dipercaya sebagai sekretaris kelompoknya.

Sejak menjabat sebagai sekretaris, Bu Siah makin antusias mengikuti setiap diskusi tentang pekerja rumahan. Begitupun, suami Bu Siah masih belum mendukung kegiatannya ini, bahkan terkesan melarangnya untuk terus berorganisasi. Makanya, beberapa kegiatan pelatihan dan pendidikan tidak bisa dia hadiri karena tidak diperbolehkan suaminya.

Tak patah semangat, awal April 2015, Bu Siah memberanikan diri untuk ikut pada pelatihan dan pendidikan gender bagi pekerja rumahan dan keluarga pekerja rumahan yang diadakan BITRA. Dari kegiatan ini, Bu Siah mulai memahami peran dan posisi laki-laki dan perempuan. Kini, Bu Siah mengaku bersyukur karena telah berani menjelaskan pendapatnya dan memberitahukan berbagai aktivitasnya di organisasi Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera, kepada suami. Lambat-laun suaminya pun sudah mulai memahami dan mendukung berbagai kegiatannya.

Selain mendapat dukungan suami, oleh teman-temannya Bu Siah kini juga dipercaya sebagai bendahara SPR Sejahtera, DPC Deli Serdang dan ikut menjadi tim perumus Ranperda Perlindungan Pekerja Rumahan yang diajukan ke DPRD Sumut beberapa bulan lalu.

Perubahan ini sontak membuat orang-orang di sekeliling Bu Siah terkejut. Terutama orang-orang yang tadinya berpikir, mustahil kalau suami Bu Siah mendukung kegiatannya. Tapi Bu Siah sudah membuktikan bahwa hal seperti itu tidaklah mustahil untuk diubah. Semua butuh proses. “Asal sabar, tetap semangat dan mau berjuang untuk pekerja rumahan, proseslah yang menentukan hasilnya,” ujarnya. (dbt/jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107