TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Bitra Genjot Pertanian Organik di Sumut

12/02/2016 , ,

image

Yayasan BITRA Indonesia, Medan terus menggenjot pertanian organik dengan melakukan pendampingan pada petani. Hal tersebut supaya petani mau beralih dari pertanian kimia ke organik.

Direktur Bitra Indonesia Medan yang juga Ketua Aliansi Organis Indonesia (AOI) Wahyudhi mengatakan, banyak keunggulan yang bisa diperoleh dalam pertanian organik seperti proses produksi yang lebih alami serta tidak terkena hama wereng. 

“Organik memiliki keunggulan terutama dampak kesehatan. Karena tidak bersentuhan dengan zat-zat kimia. Karena sekarang masyarakat semakin awareness sama kesehatan maka pasar produk dari pertanian organik sangat besar,” katanya pada Temu Produsen dan Konsumen Organik dengan Tema Konsumen Bertanya Produsen Menjawab, di Desa Bingkat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Kamis (11/2).

Wahyudhi mengatakan, gagasan dan praktek pertanian organik awalnya untuk mengembalikan dan memperbaiki unsur-unsur hara tanah. Serta mencoba bersahabat dengan alam. Karena kimia memberikan dampak yang tidak baik. Semakin hari kekerasan tanah semakin tinggi karena jasad-jasad renik mati. 

Dikatakan Wahyudhi, komitmen untuk menggenjot juga seiring dengan Pemerintah Jokowi yang memiliki program 1.000 Desa Organik yang dimulai tahun ini. Dari data yang dirilis Kementerian Pertanian (Kementan), ada 3 desa di Sumut yang diusulkan. 

Jumlah tersebut, kata Wahyudhi, memang cukup kecil karena Sumatera Barat mengusulkan 10 desa, Jawa Barat 10 desa, Jawa Timur 10 desa dan Bali 10 desa.
“Usulan hanya tiga desa ini tentu sebuah indikasi jika masih setingkat “itulah” Provsu merespon pertanian organik. Namun sangat diharapkan dukungan pemerintah untuk menggenjot pertanian organik. Ke depan, jika ini komitmen bersama akan ada agenda tambahan bagaimana bisa menyiapkan pasar dan suplai-nya kontinu,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Sergai Safaruddin mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pertanian organik terutama pada padi. 

Didampingi Bitra, saat ini sudah ada lahan pertanian organik seluas 12 hektare. Diantaranya Margomulio di Pulau Gampar, Harapan Maju Pulau Tagor, Kelompok Makmur di Desa Jati Mulyo – Pegajahan, Karya Tani & Sepakat Desa Bingkat, Kelompok Warga Desa Besar II Terjun Pantai Cermin, Cinta Kasih Desa Kuala Lama Pantai Cermin, Sri Murni II Desa Pematang Setrap dan Harapan Maju Desa Melati II di Kecamatan Perbaungan.

“Semuanya memang masih padi. Produksinya masih sekitar 72 ton dan kecil dibandingkan produksi padi konvensional yang sekitar 432.000 ton dengan luas lahan 71.000 hektare. Tapi sangat diharapkan semakin banyak ke depannya,” katanya.

Karena itu, kata dia, pembinaan petani tidak boleh bosan dan harus didorong ke pertanian organik.

Anggota Kelompok Tani Sepakat binaan Bitra di Desa Bingkat Muliono mengatakan, uji pertanian organik dilakukan pada April 2015 dengan lahan 0,5 hektare menghasilkan padi sebanyak 1,3 ton. Penanaman kedua 40 rante (1,8 hektare) dengan hasil 5,5 ton.

Percobaan itu dilakukan untuk meneliti apa hamanya dan kondisi lain. Sehingga bisa dibandingkan dengan bertani konvensional. Hasilnya lebih baik. Diharapkan ke depan, produksinya semakin meningkat.  “Harga beras organik juga bisa berbeda Rp 1.000 di pasaran,” katanya. (elvidaris simamora)

Sumber: Medan Bisnis cetak & http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/read/2016/02/12/215848/bitra-genjot-pertanian-organik-di-sumut/

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107