TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Harus Berani Menulis untuk Kemajuan Desa

02/10/2015 , , ,

image

Mengutip Joseph Pulitzer, tokoh pers dan pendiri sekolah pers pertama di Amerika, jurnalistik membutuhkan orang-orang berani dan bermoral. Untuk itu, keberanian dan kerja-kerja para jurnalis dalam memberitakan hal-hal menyangkut kepentingan publik (masyarakat) harusnya selalu dimotivasi. Demikian juga dengan para jurnalis warga yang ada di desa-desa. Meski bukan wartawan profesional, keberadaan jurnalis warga ini juga patut didukung secara positif, baik oleh warga desa maupun pemerintahan desanya. Karena ke depannya, peran jurnalis warga yang ada di desa-desa ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan pembangunan desa.

Hal ini terungkap dalam Pelatihan Jurnalisme Warga yang diadakan Bitra Indonesia pada Selasa-Rabu (29-30/9), di Pusat Pelatihan Perternakan Terpadu (PPPT), di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Pelatihan yang bertemakan “Implementasi UU Desa untuk Kemandirian Pembangunan Desa” ini diikuti oleh 24 warga desa/kelurahan dari Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Langkat dan Kota Tebing Tinggi, yang merupakan kelompok masyarakat desa dampingan Bitra serta perwakilan desa yang sedang menerapkan sistem informasi desa (SID) di desanya masing-masing. Turut hadir Taufik Saleh dari Bappeda Serdang Bedagai.

Muhammad Ikhsan, selaku panitia pelatihan, mengatakan, secara khusus tema pelatihan jurnalisme warga kali ini mencoba mengangkat isu-isu yang menyangkut UU Desa untuk kemandirian pembangunan desa. “Jadi, selain isu-isu yang ada di kelompok dampingan, hal-hal yang berkaitan dengan UU Desa untuk kemandirian pembangunan desa bisa diangkat jadi berita/tulisan oleh para jurnalis warga,” ujarnya.
Hal senada juga ditegaskan Manager RD-ICT Bitra Indonesia Iswan Kaputra. Menurut Iswan, terkait dengan UU Desa Pasal 86, paling tidak ada 6 ayat menyebutkan bahwa desa, ke depan, wajib mempunyai sistem informasi desa (SID) dan itu wajib difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota. SID itu ada yang online dan offline. Untuk yang sudah online, di dalamnya wajib ada berita-berita.

“Pertanyaannya, untuk apa berita ini? Nah, dari berita-berita inilah kita akan mengenalkan desa kita kepada publik atau orang yang ingin bekerjasama untuk kemajuan desa kita. Di situ juga kita sebagai warga melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan di desa. Jadi, tentang menulis, sebenarnya banyak hal yang bisa kita gunakan dengan berita/tulisan. Bahkan sejarah membuktikan, orang-orang (tokoh-tokoh) besar juga menulis,” jelasnya.

Selama dua hari, pelatihan dipandu oleh dua fasilitator, yaitu Tohap Simamora dari Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Sumut dan Juhendri Chaniago dari Bitranet. Selain dibekali dengan dasar-dasar jurnalistik, 9 elemen jurnalisme, prinsip jurnalisme warga, dan teknik wawancara, para peserta juga dilatih menulis berita dengan teknik mindmapping. Di sesi akhir, peserta juga diharapkan untuk selalu melatih kemampuan menulisnya serta komitmen untuk mengirimkan minimal satu berita setiap bulannya. (jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107