TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Pekerja Rumahan Bukanlah Pekerja Murahan

16/06/2015 , ,
Pekerja-Rumahan-2

Pekerja rumahan perempuan pembuat Dupa (alat sembahyang etnis Tionghoa) di Deli Serdang.

Dalam membangun kekuatan dan kekompakan antaranggota kelompok, berbagai diskusi telah dilaksanakan Kelompok Penganyam Kawat Melati di Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Selain diskusi tiap bulan, pengurus dan sebagian anggota kelompok tersebut juga telah mengikuti berbagai pelatihan yang difasilitasi oleh BITRA Indonesia, mulai dari pelatihan Dasar-dasar Organisasi hingga pelatihan Lobby dan Negosiasi.

Kelompok Penganyam Kawat Melati merupakan perkumpulan perempuan yang bekerja sebagai penganyam kawat panggangan, yang terbentuk pada Juni 2014. Sebelumnya, beberapa pekerja rumahan yang kini menjadi pengurus kelompok tersebut hanya melakukan diskusi kecil seputar pekerjaan mereka. Namun, seiring mulai tersadarnya mereka tentang betapa pentingnya berkelompok, hal ini lantas membuat mereka bersemangat untuk mengajak pekerja rumahan lain dengan membentuk sebuah organisasi kecil, yang akhirnya mereka namai “Penganyam Melati”.

Setelah beberapa bulan berproses, dampak positif mulai terlihat dalam internal kelompok “Penganyam Melati” tersebut. Saat ini, kelompok telah menyusun sebuah AD/ART organisasi yang menjadi landasan bagi pengurus dan anggota kelompok dalam menjalankan kegiatan dan melakukan upaya-upaya pencapaian tujuan kelompok tersebut. Kelompok yang dipimpin ibu Ika ini juga telah merasakan manfaat dari kekompakan kelompok.

Sebelum kelompok ini terbentuk, banyak pekerja rumahan yang tidak saling mengenal antarsesama penganyam kawat, padahal tempat tinggal mereka hanya berselang satu gang saja. Namun, berkat adanya kelompok ini, para pekerja rumahan penganyam kawat panggangan yang tinggal di Desa Tanjung Morawa B kini sudah saling mengenal dan kompak. Salah satu bukti kekompakan mereka terlihat saat mereka mulai menyusun strategi untuk meminta hak mereka dalam hal upah. Secara bersama-sama, mereka melakukan mogok kerja sampai permintaan mereka tentang kenaikan upah dipenuhi pengusaha. Mogok kerja tersebut berlangsung hampir seminggu. Alhasil, pengusaha memenuhi permintaan mereka dengan menaikkan upah sebesar Rp 1.500 per kodi. Jadi, yang dulunya upah panggangan ukuran sedang Rp 3.000 per kodi, kini telah dinaikkan menjadi Rp 4.500 per kodi.

Untuk itu, ke depannya semua anggota kelompok berharap agar mereka semakin kompak dan setia dalam perjuangan mereka tentang pemenuhan hak mereka sebagai pekerja. Serta makin semangat untuk terus meningkatkan kapasitas mereka sebagai pekerja rumahan. Dalam hal ini, Kelompok Penganyam Kawat Melati bertekad akan membuktikan bahwa pekerja rumahan bukanlah pekerja murahan.

Dewi Bernike Tampubolon (Pendamping Pekerja Rumahan Deli Serdang)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107