TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Salam FM Corong Kampanye Konservasi TNGL

19/03/2013 , ,
Berfoto bersama kelompok perempuan Rosela dan dan kelompok Tuah Tani di tepi Sungai Wampu.

Berfoto bersama kelompok perempuan Rosela dan dan kelompok Tuah Tani di tepi Sungai Wampu.

Inisiatif dan partisipasi masyarakat untuk menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan inisiatif yang perlu dicontoh. Hal tersebut yang terjadi pada masyarakat desa Mekar Makmur, kecamatan Sei Lepan, kabupaten Langkat. “Masyarakat mendirikan radio komunitas Saluran Aspirasi Masyarakat (Salam) FM untuk menjaga kawasan penyangga (buffer zone) TNGL dari kerusakan baik yang disengaja oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab maupun kerusakan yang tidak disengaja,” demikian diungkapkan Darma, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Radio Komunitas Salam FM, minggu lalu (10/03/2013), saat dikunjungi oleh EWDE dari Jerman.

Kunjungan Evangelische Werk für Diakonie und Entwicklung (EWDE) terkait dengan konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan radio Salam FM dilakukan oleh ibu Nicola Breunig dan Beate Hahn bersama dengan tim dari BITRA Indonesia. EWDE merupakan lembaga internasional yang konsern terhadap pemberdayaan masyarakat pedesaan, hak azasi manusia dan perduli terhadap lingkungan hidup. EWDE merupakan peleburan dari beberapa lembaga besar bertaraf internasional di Jerman, antaranya lembaga seperti Bread for the World (BftW) dan Evangelischer Entwicklungsdienst (eed)

Sebelum mengunjungi radio komunitas Salam FM, utusan dari Jerman tersebut berkunjung ke bantaran sungai Wampu yang ada di desa Stabat Lama, kecamatan Wampu, kabupaten Langkat, dimana masyarakat bersama BITRA Indonesia melakukan konservasi bantaran sungai Wampu dengan menghijaukan kawasan tersebut dengan berbagai jenis pohon, seperti; mahoni, sengon, manggis, jengkol, pohon beringin air, jabi-jabi dan yang lain. Sementara pola perladangan sekitar sungai Wampu yang dibuat masyarakat adalah pola tanaman campuran (polikultur) dimana pola ini memiliki daya dukung lingkungan yang sangat tinggi karena tanaman yang berjenis, dari tanaman rendah dan tanaman tinggi sebagai pelindung atau kanopi, hampir sama dengan tanaman yang terdapat pada hutan alam.

“Memang yang kami buat baru sedikit. Baru hanya sekitar 14 hektar di sekitar sungai Wampu. Namun kami berharap ini akan menjadi teladan baik bagi masyarakat di sekitar DAS Wampu untuk mencontohnya. Bahwa dengan menghijaukan atau mengkonservasi kawasan DAS Wampu masyarakat juga bisa sejahtera dengan mendapatkan manfaat ekonomi dari tanaman yang mereka tanam.” Ujar Rasyid, Kepala Desa Stabat Lama.

Ibu Nicola Breunig dan Beate Hahn, sempat bersiaran sebagai narasumber tamu dalam acara dialog lingkungan di radio komunitas Salam FM, dengan topik “perbandingan konservasi kawasan gunung dan sungai antara Jerman dan Indonesia”.

“Saya sangat terkesan atas kunjungan yang kami lakukan di sini. Saya yakin masih banyak yang dapat dibuat dan dikembangkan BITRA bersama masyarakat ke depannya.” Kesan Ibu Beate Hahn. (isw)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107