TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Our Supporting Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Modul Polikultur

Buku

Gelaran Organik dan Herbal Terbesar di Indonesia

12/06/2012 , , , ,

Bertepatan dengan hari jadi kota bogor ke-530, perhelatan akbar Bogor Organic Fair 2 – Festival Herbal Indonesian (BOF 2 – FHI) dengan tajuk Pasar Organik dan Fair Trade terbesar di Indonesia, Sabtu 9 Juni 2012, dibuka untuk umum. Diikuti 35 stand pelaku organik serta 10 food festival. Gelaran tersebut diselenggarakan dari hasil kolaborasi yang apikantara Aliansi Organis Indonesia (AOI) dengan Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI), Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Pemerintah Kota Bogor.

Gelaran organik yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini ditujukan untuk menunjukkan betapa besar kekayaan sumberdaya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, herbal, kosmetik, dan lain sebagainya.Tentu saja, dengan pengelolaan yang mengutamakan harmonisasi alam dengan cara yang organik, pemasaran atau perdagangan yang adil di setiap rantai pemasaran, sehingga diharapkan petani, pengolah dan masyarakat luas dapat mengambil manfaat dari sumber daya alam tersebut. Selain bazaar aneka produk organik, informasi dan produk herbal, gelaran ini diisi pula dengan talkshow, seminar, workshop dan berbagai lomba organik dan herbal.

Sabastian Saragih, presiden AOI, dalam pembukaannya mengemukakan bahwa penolakan produk pertanian Indonesia di pasaran global tidak melulu harus diselesaikan dengan cara sistematis dan lobi – lobi perdagangan. “Indonesia harus merubah arah pertaniannya sehingga menjadi produser penting produk pertanian organik di dunia. Simulasi yang dilakukan oleh AOI untuk beberapa produk pertanian perkebunan menunjukkan bahwa kenaikan investasi untuk beralih organik hanyalah sekitar 10% dan setelah 3 tahun kenaikan keuntungan sekitar 50%,” tegas Sabastian dalam sambutannya.

Sabastian pun menyatakan bahwa dengan adanya sertifikasi produk organik, secara otomatis mematahkan kampanye lawan bisnis dengan isu lingkungan dan isu sosial, karena klaim organis sendiri sudah sesuai dengan standar lingkungan dan sosial.

AOI sebagai asosiasi penggiat pertanian organis di Indonesia, yang meliputi 79 anggota yang tersebar di 20 propinsi, juga berupaya untuk merangkul pelaku pertanianorganik untuk turut serta dalam ajang ekshibisi baik di kancah nasional dan internasional. BOF diharapkan pula dapat menjadi ekshibisi tahunan yang tetap aktif bergerak di bidang pertanian organik. Apalagi posisi Bogor tepat dijadikan pusat pertanian organik karena telah dikenal sebagai kota pendidikan dan kota yang dekat dengan lingkungan hijau, tambahnya.

Sedangkan Ning Harmanto yang mewakili AKSI, mengakui pula acara yang melibatkan banyak pihak terkait dengan pertanian organik serta herbal ini tidak hanya semata memburu keuntungan namun juga memburuk ebaikan, khususnya bagi masyarakat kecil dan terlebih khusus kepada petaninya agar dapat hidup layak sehingga dapat terangkat derajatnya. Selain itu, Festival Herbal Indonesia yang diselenggarakan dalam rangkaian gelaran BOF kali ini, disambut baik oleh Bu Ning, selaku penggiat bisnis herbal dan berharap dengan acara ini masyarakat akan lebih terbuka bagaimana mengangkat jamu menjadi brand Indonesia yang dikenal di kalangan global.

“Saya juga berharap cara semacam ini tidak hanya diselenggarakan di Bogor, namun juga dapat dilakukan di kota-kota lain di Indonesia, sehingga akan membantu memasyaratkan pertanian organik. Bersama kita bisa!” pungkas Ning dalam akhir sambutannya. Dalam acara ini, Ning juga melaunching secara perdana Puskesmas Herbal dan memberikan jasa pengobatan gratis bagi para pengunjung yang hadir di BOF 2 – FHI kali ini.

Sementara itu Wawan Darwan, Kabid TPH Dinas Pertanian Kota Bogor, yang mewakili Walikota Bogor, dalam wawancaranya pun menyambut positif acara yang digelar kali ini dan mengharapkana cara semacam ini lebih banyak lagi di kota Bogor serta lebih banyak merangkul pihak pelaku pertanian organik dan peningkatan kolaborasi dengan pemerintah juga LSM yang terkait. Tidak luput pula, dari perhatian beliau, adanya penghargaan kepadaparapelaku pertanian organik juga dirasapenting untuk meningkatkan kesadaran dan kinerja para petani untuk beralih dari pertanian konvensional kepertanian organik.(*)

Sumber: organicindonesia.org

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107